Siap-siap, ASN OKI yang Bolos Bakal Dilaporkan ke Menpan RB


Arie Perdana Putra 2018-06-21 12:03:32 Ogan Komering Ilir 68 kali

Sekda OKI saat sidak di Disdukcapil

KAYUAGUNG, Kabar28.com,- Usai mendapat libur Idul Fitri selama 11 hari, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir kembali bertugas. Untuk mengecek kehadiran ASN usai libur panjang, Sekda OKI, H. Husin melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (21/6).

Sidak diawali dari sekretariat daerah, dilanjutkan ke Badan Perizinan dan Penanaman Modal, RSUD Kayuagung, Disdukcapil dan Dinas Kesehatan OKI. Disetiap instansi tersebut absensi kehadiran langsung diambil dan dikirim ke Kemenpan RB.

Sekda OKI, H Husin mengatakan, banyaknya pegawai yang hadir saat hari pertama paska libur lebaran, erat kaitannya dengan adanya peringatan yang sebelumnya dilontarkan saat menjelang libur lebaran.

“Kami sampaikan apresiasi yang setinggi tinggi tinggi kepada ASN yang telah kembali melaksanakan tugas. Ini merupakan wujud penegakan disiplin selaku ASN, juga sebagai bentuk kesiapan kita memberika pelayanan kepada publik pada hari pertama kerja setelah menjalani cuti bersama," tukasnya.

Sebelumnya, Kemenpan RB telah menerbitkan Surat Edaran Nomor B/18/M.SM.00.01/2018 pada 7 Juni 2018 tentang laporan hasil pemantauan kehadiran aparatur negara sesudah cuti bersama Idulfitri kepada para menteri kabinet kerja, panglima TNI, kapolri, jaksa agung, kepala lembaga, gubernur, hingga bupati/wali kota.

Surat itu menegaskan setiap instansi pemerintah wajib memantau kehadiran aparatur negara dalam rangka penegakan disiplin dan optimalisasi pelayanan publik setelah cuti Idulfitri.

 

Untuk itu menurut Husin, bagi pegawai yang membolos akan mendapatkan sanksi tegas.

''Sebelumnya kami sudah ingatakan agar hari pertama usai libur lebaran, seluruh ASN harus kembali bekerja. ASN yang kedapatan bolos, tentunya juga bakal mendapat sanksi tegas sesuai dengan tingkat kesalahan, terlebih lagi libur lebaran pada tahun ini lebih lama dari tahun sebelumnya, jadi tidak ada alasan untuk menambah waktu libur," katanya. (rel)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close