Menteri Turki: Kami Bakal Tetap Beli Sistem Rudal S-400, Titik


Lia Cikita 2018-06-19 20:54:34 Internasional 42 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Ankara, Kabar28.com,  - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, memastikan negaranya bakal meneruskan transaksi pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia.

Komentar Cavusoglu terjadi setelah Senat Amerika Serikat (AS) mengesahkan undang-undang yang melarang penjualan jet tempur F-35 ke Turki.

Larangan itu muncul karena Turki memutuskan membeli sistem pertahanan anti-serangan udara berbanderol 400 juta dolar AS, sekitar Rp 5,5 triliun, per unit tersebut.

"Kami bakal meneruskan proses pembelian sistem pertahanan S-400. Titik," tegas Cavusoglu dalam wawancara dengan NTV via TASS Selasa (19/6/2018).

Menteri yang menjabat sejak November 2015 itu juga bereaksi terhadap keputusan Senat AS yang mengesahkan larangan penjualan F-35.

Diwartakan Hurriyet, Cavusoglu berharap Negeri "Paman Sam" tetap mengirim dua jet tempur generasi kelima itu Kamis nanti (21/6/2018).

Sebab, sesuai kontrak pembelian, dua F-35 harus dikirim ke Ankara untuk menjalani fase uji coba dan latihan bersama pesawat lain.

Dia meminta kepada pemerintahan Presiden Donald Trump untuk duduk bersama dan mencari solusi yang bisa menguntungkan dua belah pihak.

"Turki adalah sekutu yang penting. Kami tentu saja tidak bisa mempertahankan kerja sama yang tidak sehat ini," keluh Cavusoglu.

Sebelumnya dengan perbandingan suara 85-10 memutuskan untuk melarang Kementerian Pertahanan menjual F-35 ke Ankara.

Turki dilaporkan telah melakukan pemesanan 100 jet tempur siluman itu dari pabrikan Lockheed Martin, dan sudah membayar 800 juta dolar AS, setara Rp 11 triliun.

Adapun Turki telah menyepakati kontrak pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Negeri "Beruang Merah" sejak 2016.

Pembelian sistem pertahanan yang bisa merontokkan sasaran dari jarak 400 kilometer itu menuai reaksi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

NATO telah memperingatkan Turki sebagai anggota bahwa S-400 tidak sesuai dengan sistem pertahanan mereka. Namun, Ankara tetap melanjutkan pembelian.

"Kami membeli S-400 tidak hanya untuk disimpan di gudang. Kami akan menggunakannya apabila dibutuhkan," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Sumber : kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close