Iran Tak akan Pertahankan Kesepakatan Nuklir yang Tidak Menguntungkan


Lia Cikita 2018-06-13 16:26:41 Internasional 53 kali

Presiden Iran Hassan Rouhani menghadiri pertemuan kabinet di Ibu Kota Teheran, Minggu (31/12/2017).(foto:istimewa)

Teheran, Kabar28.com - Presiden Iran Hassan Rouhani pada Selasa (12/3/2018), mengatakan bahwa Teheran tidak akan mempertahankan Kesepakatan Nuklir 2015 jika tidak mendatangkan keuntungan bagi negaranya.

Rouhani, dalam komunikasi telepon dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, meminta kepada negara-negara Eropa untuk menemukan cara memberi kompensasi kepada Iran jika mereka ingin mempertahankan kesepakatan tersebut.

Selain AS yang telah memutuskan mundur dari Kesepakatan Nuklir 2015, lima negara penandatangan lainnya, yakni Perancis, Inggris, Jerman, Rusia, dan China sepakat untuk mempertahankannya.

"Kita tidak boleh membiarkan pencapaian besar diplomasi ini dihancurkan oleh tindakan sepihak orang lain yang tidak sesuai dengan janji mereka," kata Rouhani dalam situs resminya.

Presiden AS Donald Trump memutuskan meninggalkan kesepakatan nuklir tersebut yang disebutnya banyak kekurangan karena tetap memberikan keuntungan kepada Iran dan tidak mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.

Keputusan Trump yang menarik AS membuat Inggris, Perancis dan Jerman harus berjuang memastikan Iran mendapat insentif yang cukup untuk tetap bertahan pada kesepakatan itu.

Kantor Presiden Macron mengatakan, pihaknya terus berupaya meyakinkan kepada Rouhani bahwa Perancis dan negara Eropa lainnya tetap berkomitmen pada kesepakatan itu.

"Presiden memberi tahu pada Presiden Rouhani tentang perkembangan yang telah dilakukan Perancis. Dia mengharap bahwa Iran, pada bagiannya, akan memenuhi kewajibannya tanpa ambiguitas," kata pernyataan kantor presiden Macron.

Pejabat Perancis mengindikasikan, sisa penandatangan kesepakatan akan segera berkumpul dan bertemu di Wina.

sumber:kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close