Pesawat Kepresidenan Korea Utara Tinggalkan Pyongyang


Lia Cikita 2018-06-10 12:48:54 Internasional 38 kali

Pesawat kenegaraan Korea Utara yang membawa delegasi tingkat tinggi dari Pyongyang ke Korea Selatan selama perhelatan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018. Pesawat tipe IL-62 tersebut juga digunakan untuk pesawat jet khusus Kim Jong Un.(foto:istimewa)

Singapura, Kabar28.com - Jet pribadi yang membawa pemimpin Korea Utara dikabarkan sudah meninggalkan Pyongyang pada Minggu (10/6/2018) untuk menuju ke Singapura.

Kabar ini disampaikan kantor berita Korea Selatan Yonhap tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Selain itu, sejumlah pesawat kargo yang juga mendampingi kunjungan Kim Jong Un ke China belum lama ini juga telah bertolak dari Pyongyang.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump diperkirakan tiba di Pangkalan AU Singapura Paya Lebar pada Minggu malam sekitar pukul 20.35 dan langsung menuju ke Hotel Shangri-La.

Dalam pertemuan di Singapura ini, Trump akan didampingi Menlu Mike Pompeo, penasihat keamanan nasiuonal John Bolton, Kepala Staff Gedung Putih John Kelly, dan sekretaris pers Gedung Putih Sarah Sanders.

Sebelum kunjungan ke Singapura ini, Kim Jong Un diketahui baru sekali berjunjung ke luar negeri menggunakan pesawat yaitu pada 2011.

Saat itu, Kim menggunakan pesawat kepresidenan Ilyushin-62M didampingi pesawat kargo Ilyushin-76 dalam kunjungan ke Dalian, China.

Nah, pesawat yang sama yaitu Ilyushin-76 berangkat dari Pyongyang pada Minggu pagi dan melakukan transit di Guangzhou sebelum melanjutkan perjalanan ke Singapura.

Truk pengangkut mesin pendingin akan tiba di bandara Changi untuk menjemput pesawat kargo Korea Utara itu.

Harian The Strait Times mengabarkan, pesawat kargo itu kemungkinan membawa berbagai makanan dan mobil kenegaraan yang akan digunakan pemimpin Korea Utara itu.

Pesawat kargol Ilyushin-76 memiliki jarak jelajah maksimal 3.000 kilometer jika membawa muatan penuh. Sehingga dia harus melakukan dalam perjalanan ke Singapura yang berjarak 4.700 kilometer.

Ilyushin-76 dirancang untuk membawa peralatan tempur berat ke wilayah-wilayah terpencil Uni Soviet.

Pesawat ini cukup besar untuk membawa sebuah bus sekolah atau dua kontainer. Demikian menurut operator kargo udara Antarctic Logistik & Expedition.

sumber:kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close