KTT Kim-Trump: Pemimpin Korut Kemungkinan Akan Diundang ke AS


Lia Cikita 2018-06-09 09:41:42 Nasional 58 kali

Donald Trump saat bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Washington, Kamis (Foto : istimewa)

Washington DC, Kabar28.com,  - Presiden ASDonaldTrump mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk mengundang pemimpin Korea Utara,Kim Jong-Un, ke Gedung Putih apabilaKTT mereka di Singapura berjalan baik.

Trump mengatakan hal itu setelah bertemu Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe yang membahas pertemuan tingkat tinggi (KTT) dirinya dengan Kim Jong-Un di Singapura pada 12 Juni.

Dia mengatakan kemungkinan pertemuan itu akan membahas kesepakatan untuk mengakhiri Perang Korea, dan dia menyebutnya "bagian yang tidak sulit" dalam i.

AS dan sekutu regionalnya menginginkan agar Korea Utara menyudahi program senjata nuklirnya, tetapi Trump mengakui bahwa masalah itu "akan memakan waktu lebih lama" ketimbang mewujudkannya dalam sekali pertemuan di Singapura.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang belakangan berbicara di Gedung Putih, mengatakan bahwa Kim Jong-Un bersedia untuk menghentikan program nuklirnya. Hal itu diutarakan Kim Jong-Un dalam pembicaraan secara pribadi dengan dirinya.

Trump mengatakan dia tidak ingin menggunakan istilah "tekanan maksimum" kepada Korea Utara, karena "kita akan bernegosiasi dengan ramah" dengan Kim Jong-Un.

Namun dia memperingatkan bahwa dia memiliki lebih banyak opsi sanksi yang dapat diterapkan kepada Korea Utara jika negara itu bersikukuh dengan program nuklirnya.

Dia juga mengatakan dia "benar-benar menjalankan" opsi-opsinya tersebut apabila KTT itu tidak berjalan dengan baik.

Sebaliknya, jika pertemuan tingkat tinggi itu berjalan baik, pihaknya mempertimbangkan untuk mengundang Kim ke Washington.

Namun, ketika ditanya tentang laporan sehari sebelumnya bahwa Trump kemungkinan mengundang Kim ke lokasi peristirahatannya Mar-a-Lago di Florida, dia berkata: "Mungkin kita akan memulainya di Gedung Putih, bagaimana menurutmu?"

Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe telah menggelar pertemuan rutin dengan Trump sejak presiden AS itu memegang tampuk pemerintahan, tetapi dia sepertinya bersemangat untuk memastikan kepentingan Jepang dalam pertemuan tingkat tinggi kedua pemimpin negara 12 Juni nanti.

Abe mengatakan dia yakin Trump memahami kekhawatiran Jepang tentang warganya yang diculik oleh Korea Utara pada 1970-an dan 1980-an untuk kepentingan membantu melatih mata-matanya terkait bahasa dan adat istiadat Jepang.

Meskipun belakangan Korea Utara telah mengakui adanya kasus penculikan 13 orang warga Jepang, namun angka sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

Abe mengatakan dia ingin "secara langsung melakukan kontak dengan Korea Utara dan berbicara dengan mereka sehingga masalah penculikan dapat diselesaikan dengan cepat".

Dia juga menegaskan kembali kebijakan Jepang agar "perdamaian" dapat segera direalisasikan di kawasan itu. Dia juga mengatakan apabila Korea Utara "bersedia melangkah" ke arah yang benar, maka negara itu memiliki "masa depan yang cerah".

Kunjungan Abe ke Washington merupakan bagian kesibukan diplomatik menjelang KTT, karena sejumlah negara berusaha untuk memastikan agar kepentingan mereka tidak diabaikan.

Kim sudah melakukan pertemuan dua kali dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In. Dan kemudian Moon melanjutkan pertemuan dengan Trump di AS.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah mengunjungi Kim di Pyongyang, sekaligus mengundang Kim untuk bertemu Presiden Vladimir Putin di Moskow akhir tahun ini.

Kim juga telah melakukan dua perjalanan ke Tiongkok, untuk bertemu Presiden Xi Jinping.

Setelah sempat diwarnai retorika diplomatik terkait tarik-ulur KTT tersebut, Trump pada bulan lalu sempat melontarkan keinginannya untuk membatalkan pertemuan tersebut.

Dan pada hari Rabu, pengacara Trump, Rudy Giuliani mengatakan pemimpin Korea Utara itu telah "memohon" agar KTT tidak dibatalkan.

Sampai sejauh ini tidak ada tanggapan dari Korea Utara atas komentar Rudy Giuliani tersebut.

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close