Ishak-Yudha "Jualan" BLT dan UMKM


Arie Perdana Putra 2018-06-06 21:18:06 Politik 123 kali

Launching program BLT dan bantuan dana UMKM

PALEMBANG, Kabar28.com,- Kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih tinggi. Hal ini dilihat dari data BPS tahun 2016 angka kemiskinan di Sumsel 13,77%, sedangkan di tahun 2017 angka kemiskinan capai 30% dari seluruh jumlah penduduk di 17 Kabupaten/Kota se- Sumatera Selatan.

Melihat problem tersebut pasangan lshak Mekki dan Yudha Pratomo berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berupaya menurunkan angka kemiskinan dengan konsep "Social Care and Smart Enterpreneur Province".

M.F. Ridho mengatakan, untuk program Social Care' lshak-Yudha akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp600 rb per tahun sebagai bentuk jaring pengamanan sosial. "Yakni membantu secara langsung mereka yang tidak berdaya secara ekonomi dan sosial misalnya, orang tua jompo, warga miskin disabilitas, yatim piatu, janda-janda tua, dan masih banyak lainnya," katanya. 

Ditambahkannya, sedangkan untuk Smart Enterpreneur Province, konsep yang dijalankan sesuai dengan kaidah-kaidah cara berpikir kewirausahaan yang targetnya bukan hanya meningkatkan PAD Sumsel saja, melainkan mendorong masyarakatnya untuk hidup mandiri, memiliki penghasilan tambahan bukan hanya bertumpu pada penghasilan utamanya. "Maka untuk mengejawantahkan konsep tersebut di atas ishak-Yudha meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp600 ribu per tahun dan bantuan dana UMKM Rp10 Juta untuk 10.000 UMKM per tahunnya. Jiika beliau menjadi Gubernur Sumsel periode 2018-2023 program bantuan atau BLT dan Bantuan UMKM ini berorientasi pada pembangunan Sumsel yang bersumber dari masyarakat kembali pada masyarakat," ujarnya.

"Pada prinsipnya kami berdua (lshak-Yudha) memiliki 3 prinsip arah pembangman unmk Sumatera Selatan lebih baik. Pertama, Kita ingin masyarakat merasakan dan langung menkmati pembangunan Sumsel. Kedua, ingin mengabdi bukan untuk korupsi apalagi memanipu asi. Ketiga, bahwa setiap rupiah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumsel merupakan uang rakyat dan harus dikembalikan kepada rakyat melalui program pembangunan yang adil, merata, serta dirasakan langsung oleh rakyat Sumsel,” terang lshak.

Mantan Bupati Ogan Komering ilir (OKl) dua periode ini juga mengatakan, target dari program bantuan langsung tunai (BLT) yang di luncurkan ini memiliki banyak sasaran setidaknya ada 3 target utama BLT lshak-Yudha ini. "Pertama, untuk peningkatan kualitas gizi anak, kesehatan ibu dan bayi, serta daya beli masyarakat. Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah provinsi Sumsel terutama pelayanan kepada masyarakat miskin. Ketiga, mewujudkan program Pilihan yang terasa dan langsung dinikmati oleh masyarakat luas," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close