Transmart, Hypermart dan Carefour Jual Tahu Berformalin dan Kue Kadaluarsa


Arie Perdana Putra 2018-06-05 12:34:49 Palembang 170 kali

Sidak sedang berlangsung. (Anton)

PALEMBANG, Kabar28.com,- Balai Besar Pangan, Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palembang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Palembang dan Dinas Kesehatan Kota Palembang temukan tahu berformalin dan kue kering yang sudah kadarluasa saat sidak makanan dan minuman di Transmart 4 in 1, Carefour dan Hypermart, Senin (4/6/2018).

Sekda Sumsel H. Nasrun Umar mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan sebagai tugas dan fungsi BPOM, Dinkes, Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Kalau dilakukan terbuka seperti ini karena mendekati lebaran. Dengan sidak ini kita harus memastikan produk-produk makanan yang dijual itu aman dikonsumsi.

"Berdasarkan data yang ada, makanan berformalin di Sumsel tahun lalu 37 persen, dan tahun ini turun 17,8 persen, tapi Palembang persentasenya cukup tinggi mencapai 20 persen. Hal ini karena produksi mie dan tahu fokusnya di Palembang," ujarnya.

Dirinya menghimbau intansi terkait terus berkoordinasi untuk menurunkan makanan berformalin. Karena rata-rata nasional 7 persen. Apalagi sebentar lagi Asian Games. Kita harus meyakinkan makanan yang mereka konsumsi sehat dan layak konsumsi, dari beberapa sampel ada yang agak meragukan diuji sampel. Ada yang tidak layak, dan yang tidak layak tidak boleh dijual.

"Saya himbau kepada masyarakat semakin cerdas memilih makanan yang dikonsumsi. Pengawasan ini rutin dilakukan. Mendekati lebaran konsumsi meningkat. Sehingga pengawasan diintensifkan. Untuk sampel parcel tidak ada tanggal kadarluasa. Itu tidak boleh. Untuk harga dari Dinas Perdagangan mengakui ada kenaikan. Tapi pemerintah mengatur agar kenaikan dalam tahap wajar," bebernya.

Sementara itu Kepala Balai BPOM Sumsel, Dewi Prawitasari mengatakan, yang disidak adalah pangan siap saji, yang diuji adalah tahu dan ternyata berformalin. Dirinya menghimbau tidak boleh dijual dan harus dimusnahkan. Kalau mau dijual tahu lagi harus ganti produsen atau suppliernya.

"Pengawasan ini tidak hanya dilakukan saat Ramadhan. Tapi sepenjang waktu untuk pengawasan makanan, minuman, obat dan kosmetik. Untuk tahu dan mie memang masih tinggi penggunaan formalinnya, karena pembuatannya dari Kota Palembang, seharusnya barang yang masuk harus diperiksa dan diteliti lebih ketat lagi," ujarnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close