Edhy Prabowo: Pemimpin Sekarang Gagal


Arie Perdana Putra 2018-06-03 10:41:07 Palembang 68 kali

PALEMBANG, Kabar28.com,- Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Edhy Prabowo mengatakan, Indonesia baru memasuki hari lahir Pancasila ke 73. Pancasila itu memang sakti buktinya negara Indonesia masih utuh, komplit dan lengkap. Namun Indonesia menghadapi banyak hal diantaranya gas mahal,  BBM naik, dan harga sembako naik.

"Harga karet sejak 3 tahun lalu masih Rp5.000. Pemimpin gagal dan tidak mampu menjaga amanah. Saya berusaha memenuhi janji-janji saya. Tapi ada juga yang belum terpenuhi. Kita harus intropeksi diri. Memilih pemimpin 5 tahun sekali. Sekarang produk di dapur kita hampir 80 persen impor. Pancasila inilah tidak salah. Salahkan pemimpin yang kita pilih," katanya dalam diskusi bersama memperingati Harlah Pancasila, kemarin.

Diungkapkannya, isi sila ke 1 sampai ke 5 tidak ada yang diambil dari luar negeri namun  ada dalam  budaya Indonesia. "Tidak benar Pancasila diadopsi dari asing. Pancasila ini komitmen Bung Karno. Kalau PBB berlandasan Pancasila maka tidak ada perang. Pancasila harus terus dipertahankan, 2019 kesempatan yang menentukan nasib kita semua," katanya.

Sementara itu, Slamet Sumosentono mengungkapkan, tema ini sangat bagus. Bagaimana memahami pancasila dalam kehidupan sehari-hari. "Inilah Pancasila, alat pemersatu bangsa. Tidak bisa ditawar tawar lagi. Kita sampaikan kepada anak-anak kita. Pancasila ada Bhineka tunggalika dan NKRI. Diperingati setiap tahun dan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD), Agus Jabo Prayono mengungkapkan, dalam sidang BPUPKI Bung Karno mengatakan dasar negara Pancasila. Pada 1 Juni Bung Karno bicara tentang Pancasila. Indonesia merdeka nanti adalah semua untuk semua.

"Bukan untuk segelintir orang, bukan untuk perorangan, yang terjadi sekarang hanya 1 persen penduduk Indonesia memiliki kekayaan di Indonesia. Ini menyebabkan ketimpangan ekonomi. Karena kekayaan di Indonesia dikontrol negara lain. Kekayaan kita di laut darat dikuasai asing. Ini salah, ini tidak benar. Yang memimpin negara ini telah menyalahi pancasila. Mari kita hentikan kebijakan yang berpihak kepada asing. Susah membangun Kebhinekaan kalau ada kesenjangan. PRD menyerukan untuk kembali ke Pancasila tidak hanya retrorika politik. Pancasila jangan dijadikan retrorika politik," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close