Korem 044/Gapo Segera Cetak Sawah di 3 Kabupaten Ini, Segini Luasnya


Arie Perdana Putra 2018-05-31 10:20:21 Palembang 59 kali

Foto bersama setelah MoU

PALEMBANG, Kabar28.com,- Korem 044/Garuda Dempo melakukan kerjasama perluasan sawah TA 2018 dengan Dinas Pertanian Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur, dengan luas keseluruhan 900 hektar dengan rincian masing-masing kabupaten mendapat alokasi 300 hektar.

Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman mengatakan, program cetak sawah ini merupakan salah satu program Nawa Cita Presiden Jokowi, langkah ini juga sebagai bentuk tindaklanjut hasil kerja sama antara TNI Angkatan Darat dengan Kementerian Pertanian RI guna mewujudkan Swasembada pangan secara nasional, yaitu dengan menciptakan daerah-daerah baru sebagai lumbung pangan nasional, dan tahun ini merupakan tahun ketiga, pengalaman tahun sebelumnya dapat menjadi acuan guna suksesi cetak sawah tahun 2018.

“Pahit getirnya atau pengalaman cetak sawah tahun 2016 dan 2017 tidak membebani TNI di tahun 2018 ini dengan membuat perencaan yang matang dan melakukan koordinasi antar pelaku di lapangan, sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dan tidak terjadi kegagalan seperti ditempat lain,” terang Danrem.

Dijelaskan juga oleh Danrem, kerjasama membangun pertanian ini juga sejalan dengan amanah konstitusi yang tercantum dalam Undang-Undang RI Nomor 34/2004 tentang TNI. Dimana salah satu tugas TNI adalah pemberdayaan wilayah pertahanan di darat dalam konteks tersebut. “Maka dari itu TNI AD dituntut mampu mendukung terwujudnya ketahanan nasional yang tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman salah satunya dengan mewujudkan ketahanan pangan,” tambahnya.

Untuk itu, Korem 044/Gapo akan tetap komitmen meneruskan program cetak sawah di Provinsi Sumsel guna tercapainya program swasembada pangan nasional, dengan penambahan lahan pertanian melalui cetak sawah baru. “Saya percaya apabila semua itu dilakukan dengan tulus dan sungguh-sungguh maka swasembada pangan yang dulu pernah kita capai pada tahun 1985 dapat kembali terwujud dan kesulitan pangan rakyat Indonesia bisa teratasi,” terang Budiman.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten OKI Syarifudin mengatakan, tahun 2016 dan 2017 di OKI mendapat alokasi cetak sawah seluas 6.000 hektar yang pengerjaannya oleh Ditziad, namun hasilnya kurang maksimal terkendala alat yang sering mengalami gangguan dan koordinasi yang terlalu jauh serta pengawasan yang kurang maksimal. “Tahun ini, bekerjasama dengan Korem 044/Gapo akan mudah koordinasi dan terawasi secara maksimal, mudah-mudahan akan lebih sukses dari tahun sebelumnya,” ungkap Syarifudin. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close