Pondok Pesantren Punya Peran Penting Mencegah Terorisme


Lia Cikita 2018-05-26 19:03:04 Nasional 66 kali

Seminar dengan judul Peran pemerintah dan pesantren Dalam Penanggulangan Ekstremisme/Terorisme di Hotel Cemara, Jakarta, Jumat (25/5/2018).(foto:istimewa)

Jakarta, Kabar28.com - Kordinator Aliansi Pesantren for Peace (PfP) Sunan Pandanaran KH Jazilus Sakhok mengaku peran pondok pesantren sangat signifikan dalam mencegah ekstremisme dan terorisme.

Hal tersebut disampaikannya saat seminar dengan judul Peran pemerintah dan pesantren Dalam Penanggulangan Ekstremisme/Terorisme di Hotel Cemara, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

“Peran pesantren luar biasa dari awal pengajaran ya itu, jadi sebenarnya dari sisi fiqih sedikit tapi lakunya biasanya santri meniru Kyai nya,” ucap Jazilu Sakhok akrab disapa Gus Sakhok.

Gus Sakhok mengaku di Pondok Pesantren telah memiliki ciri khas yang relevan dengan kepribadian Indonesia. Menurut dia, hal tersebut dapat membendung gerakan ekstremis.

“Sebenarnya mentalitas ciri khas yang sudah ada di pesantren dengan menyeimbangkan berbagai unsur komprehensif Islam tadi yang menjadi modal luar biasa untuk mencegah ekstremis,” kata dia.

Gus Sakhok menuturkan bahwa Pondok Pesantren telah mengajarkan keseimbangan antara pola pikir keagamaan Islam dengan menyerap budaya lokal.

“(Pondok Pesantren) menyeimbangkan antara Islam, iman tadi ini berdampak dengan tradisi dan budaya lokal (Indonesia), sehingga sebenarnya pesantren ini mempunyai daya tahan keseimbangan,” ucap dia.

Meski demikian, tutur dia, akhir-akhir ini ada penyelewengan yang menyasar Pondok Pesantren (Ponpes).

“Karena ada beberapa menggunakan kata pesantren, tapi itu tidak sesuai mentalitas selama ini di Indonesia,” ucap Gus Sakhok.

“Menggunakan pesantren tapi tidak sesuai dengan watak pesantren,” sambung dia.

Pada kesempatan tersebut Gus Sakhok mengingatkan Pemerintah, masyarakat dan media untuk bersinergi melancarkan kontra narasi terhadap narasi ekstremis.

“Pondok Pesantren sebagai benteng pertahanan Islam dari ideologi ekstremis semakin diharapkan perannya dalam mengembangkan strategi kontra narasi dan narasi alternatif yang mempromosikan persatuan, perdamaian, toleransi dan kesalehan yang sesungguhnya.

sumber:kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close