Mau Listriknya tak Dicabut PLN? Lakukan Ini!


Arie Perdana Putra 2018-05-25 21:10:18 Palembang 61 kali

PALEMBANG, Kabar28.com,- Jumlah tunggakan listrik yang diakibatkan keterlambatan pembayaran listrik oleh pelanggan PT PLN (Persero) Wilayah S2JB hingga bulan April 2018 mencapai Rp153 Milyar, atau berkisar 20 persen dari total pendapatan penjualan tenaga listriknya.

Hal ini merupakan sinyalemen bahwa kesadaran masyarakat untuk membayar listrik tepat waktu masih cukup rendah, di tengah-tengah tingkat kebutuhan dan ekspektasi masyarakat akan pelayanan listrik yang terus meningkat.

Hal ini disampaikan Deputi Manager Administrasi Niaga PLN (Persero) Wilayah S2JB, Mulyadi kepada awak media.

"38 persen dari total tunggakan tersebut ada di wilayah Kota Palembang, mencapai Rp58 Milyar, didominasi pelanggan rumah tangga ada sebagian juga dari pemerintahan dan lain-lain tapi yang terbesar pelanggan rumah tangga," ujarnya.

Selain itu Mulyadi menghimbau kepada pelanggan agar segera melunasi tunggakan listriknya, karena menurut aturan kalau ada yang menunggak 2 hingga 6 bulan maka akan aliran listriknya akan diputus.

"Sebenarnya kalau aturan kita menunggak 2 bulan harus dicabut tapi karena luasnya wilayah kerja PLN WS2JB jadi sulit terjangkau, disamping itu juga terbatasnya petugas PLN jadi para pelanggan jangan lengah karena pasti petugas PLN akan mendatangi untuk mencabut aliran listriknya, jangan sampai mau sahur mati lampu diakibatkan menunggak bayar listik apalagi menjelang idul fitri nanti," ungkapnya.

Deputi Manager Hukum dan Humas PLN WS2JB, Rosmalina menjelaskan, untuk periode pembayaran tagihan listrik sendiri mulai tanggal 3 hingga tanggal 20 setiap bulannya, karena kalau sudah lewat tanggal 20 akan dikenakan denda keterlambatan, apalagi hingga dua bulan akan diputus aliran listriknya, jika hingga 3 bulan ke atas, maka akan dilakukan bongkar rampung. Apabila hingga dibongkar rampung, maka selain harus membayar denda keterlambatan dan tunggakannya, pelanggan juga harus membayar biaya penyambungan baru kembali.

"Kami himbau agar pelanggan segera membayar tagihan listriknya agar tidak terjadi pemutusan aliran listrik. Diharapkan agar mengutamakan pembayaran rekening listrik, karena listrik merupakan kebutuhan utama, tanpa listrik, semua kegiatan menjadi sulit. Apalagi dalam momen ramadhan ini, jangan sampai kegiatan ibadah puasa dan yang lain menjadi terhambat," tambahnya.

Demi kenyamanan bersama, pelanggan disarankan agar beralih  ke Listrik Pintar, yaitu listrik prabayar yang mana pelanggan menggunakan listrik melalui pembelian pulsa atau token. "Dengan menggunakan listrik prabayar, pelanggan tidak perlu khawatir lagi listrik akan dicabut, karena tidak akan terjadi tunggakan. Kalau sudah seperti ini, ibadah dan kegiatan lainnya menjadi tenang dan nyaman. Mudik tenang, pakai listrik prabayar sekarang," tutup Rosmalina. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close