Korban Arisan Bodong di Prabumulih Bertambah, Istri Polisi juga Jadi Korban


Arie Perdana Putra 2018-05-22 13:30:33 Hukum 149 kali

Para Korban saat melapor ke Polisi. (Holdi)

PRABUMULIH, Kabar28.com,- Kerugian korban arisan online dan investasi bodong berkedok modal usaha, yang menjerat puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Prabumulih bertambah.

Membengkaknya nominal kerugian itu setelah beberapa korban kembali melapor ke Sat Reskrim Polres Kota Prabumulih, hingga saat ini terhitung ada 35 korban penipuan melalui media sosial tersebut.

Informasi yang dari salah satu korban menyebut, sebelumnya jumlah kerugian korban sebesar Rp2,4 M. Namun seiring bertambahnya korban yang melapor, kerugian itu bertambah hingga menyentuh angka Rp3,4 M.

Kasat Reskrim Polres Prabumulih, AKP Eryadi menuturkan, dari 35 orang yang melapor tersebut diantarannya ada istri anggota polisi setempat. "Setelah kita periksa, ternyata ada tiga orang istri polisi. Namun saat kita tanya, mereka mengaku tergiur oleh keuntungan yang ditawarkan pelaku," kata Eryadi kepada media.

Eryadi menambahkan, kasus ini masih kita dalami. Mengingat saat ini rumah pelaku dalam keadaan kosong. "Pelaku melarikan diri, kita masih periksa beberapa saksi termasuk keluarga pelaku sendiri," ungkapnya.

Perlu diketahui para korban yang didominasi IRT ini, termakan bujuk rayu pelaku untuk menamkan modal usaha dengan keuntungan 20 persen dari total uang setoran.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku yang diketahui bernama Santi Sandra Dewi warga Perumahan Griya Prabu Sejahtera ini menawarkan investasi menggunakan media sosial seperti Facebook dan Whatsapp. (old)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close