Pengamat: Sosialisasi Asian Games jadi Akrobat Politik


Arie Perdana Putra 2018-05-21 15:45:20 Palembang 67 kali

Ilustrasi

PALEMBANG, Kabar28.com,- Forum Pemerhati Pilkada Sumsel, Agusta Surya Buana menyebut ada beberapa akrobat politik yang dilakukan timses atau pendukung paslon tertentu, misalnya mengumbar polling media on line atau polling surat kabar.

''Namun metode polling seperti itu sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Itu main-main saja, hiburan. Mungkin menghibur diri dari peta survei ilmiah yang sesungguhnya,'' ujarnya.

Agusta Surya Buana menambahkan, akrobat paling berbahaya yang akan mencederai demokrasi dan merusak pilkada Sumsel adalah dimanfaatkannya ajang sosialisasi Asian Games untuk kampanye salah satu paslon.

''Selain itu juga muncul lembaga yang tidak jelas rekam jejaknya tetapi menyampaikan temuan survei. Jejak digital lembaga maupun direkturnya tidak didapatkan, apalagi jejak digital survei sebelumnya. Saat kita googling, itu nama lembaga tidak ketemu,'' katanya.

Lanjutnya, ada beberapa informasi hasil survei kuantitatif yang berhasil dihimpun lembaganya, yakni survei yang dilakukan Konsepindo Research and Consulting Jakarta, survei Pusdeham Surabaya dan paling akhir adalah dari Lembaga Survei Strategi dan Taktik (stratak) Indonesia, semuanya menempatkan Herman Deru-Mawardi Yahya sebagai kontestan dengan elektabilitas tertinggi.

''Hampir tidak ada lembaga yang merilis survei secara resmi dan menggelar konferensi pers mengumumkan hasil surveinya. Kemungkinan karena peta kekuatan tidak berubah dimana Herman Deru-Mawardi Yahya paling tinggi dengan selisih jauh dari pasangan Dodi-Giri, kemudian di bawahnya ada Ishak-Yudha dan Aswari-Irwansyah,'' pungkasnya.

Direktur Lembaga survei Stratak Indonesia, Oktarina Soebardjo menyampaikan temuan survei lembaganya. Dari sisi elektabiltas tertutup dimana responden ditanya dan diberikan alat bantu kertas suara, pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya dipilih oleh 43,88 persen.

''Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas dipilih oleh 19,11 persen. Ishak Mekki-Yudha Pratomo dipilih oleh 16,22 persen dan pasangan Aswari Riva’i-Irwansyah dipilih oleh 10,91 persen. Sementara yang belum memutuskan sebesar 9,88 persen,'' ungkapnya.

Oktarina menjelaskan, survei dilakukan pada 6-11 Mei 2018. Responden adalah masyarakat Sumsel yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

''Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 820, dengan margin of error sebesar ± 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,'' pungkasnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close