Turki dan Israel Saling Usir Diplomat Terkait Bentrokan Gaza


Lia Cikita 2018-05-16 19:30:18 Nasional 34 kali

Tentara Israel berjaga di perbatasan Gaza (Foto : istimewa)

Ankara, Kabar28.com,  - Otoritas Turki mengusir Duta Besar (Dubes) dan Konsul Jenderal Israel di Istanbul terkait bentrokan maut di perbatasan Gaza yang menewaskan puluhan warga Palestina. Israel membalasnya dengan mengusir Konsul Jenderal Turki di Yerusalem. 

Seperti dilansir Reuters, Rabu (16/5/2018), aksi saling mengusir diplomat ini dilakukan Turki dan Israel menyikapi bentrokan antara demonstran Palestina dengan tentara Israel di perbatasan Gaza pada Senin (14/5) yang menewaskan sedikitnya 60 warga Palestina. 

Turki awalnya mengusir Dubes Israel, Eitan Naveh. Namun sebelum terbang keluar Turki, Naveh diperiksa oleh petugas keamanan di bandara Istanbul dengan disaksikan publik dan media-media Turki.

Pengusiran masing-masing diplomat itu dinyatakan untuk jangka waktu yang belum ditetapkan.
Otoritas Israel memprotes hal itu, dengan menyebutnya sebagai 'perlakuan tidak pantas' terhadap diplomatnya. Israel menuding Turki sengaja mengundang wartawan untuk meliput pengusiran itu. 

Kementerian Luar Negeri Israel kemudian memanggil charge d'affaires Kedutaan Besar Turki untuk melayangkan protes. Charge d'affaires merupakan diplomat yang bertugas saat sang Dubes sedang tidak di tempat. Diketahui bahwa Dubes Turki untuk Israel telah dipanggil pulang oleh pemerintah Turki, sejak Senin (14/5) lalu, untuk konsultasi.

Usai melayangkan protes, Israel mengusir Konsul Jenderal Turki di Yerusalem, Gurcan Turkoglu. Selain mempunyai Kedubes di Tel Aviv, Turki juga memiliki Konsulat di Yerusalem, sama seperti beberapa negara lainnya yang tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Diketahui bahwa negara-negara yang memiliki Konsulat di Yerusalem tidak menganggapnya sebagai misi diplomatik untuk Israel atau Otoritas Palestina, melainkan misi diplomatik untuk Yerusalem. 

Menanggapi pengusiran Konsul-nya itu, Turki kembali mengambil tindakan dengan mengusir Konsul Jenderal Israel di Istanbul, Yosef Levi Sfari. 

Turki selama ini menjadi salah satu pengkritik paling vokal untuk Israel, terutama terkait penggunaan kekerasan terhadap demonstran Palestina. Pada Senin (14/5), Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut tewasnya puluhan warga Palestina dalam bentrokan di perbatasan Gaza sebagai genosida dan menyebut Israel sebagai negara teroris. Otoritas Turki juga telah menetapkan tiga hari masa berkabung sebagai solidaritas untuk Gaza.

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close