Ali Fahmi Kembali Dipanggil KPK Terkait Suap Proyek Bakamla


Mutiara Safitri 2018-05-16 13:25:53 Nasional 28 kali

Febri Diansyah (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,- Direktur Utama PT Viva Kreasi Investindo, Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi kembali masuk dalam jadwal pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini.

Sedianya, Staf Khusus (Stafsus) Kabakamla Arie Soedewo tersebut akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pembahasan dan pengesahan proyek Satelit Monitoring (Satmon) di Bakamla.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka FA (Fayakhun Adriadi)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (16/5/2018).

Selain Ali Fahmi, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi lainnya yakni, Wakil Ketua Perekonomian DPD Golkar,‎ Sugandhi Bakrie; Bagian Tata Usaha Tenaga Ahli di Sekretariat DPR RI, Yanti, serta PNS Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas), Rizky.

"Mereka juga akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka," pungkasnya.

Fayakhun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran proyek pengadaan alat satmon pada Bakamla tahun anggaran 2016.

Fayakhun diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla. Dia mendapatkan imbalan 1 persen dari proyek senilai Rp1,2 triliun atau sebesar Rp12 miliar.

Selain itu, Fayakhun juga diduga menerima dana suap sebesar 300 ribu Dollar Amerika. Uang tersebut diduga diterima Fayakhun dari proyek pengadaan di Bakamla.

Sejumlah uang yang diterima Fayakhun tersebut berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya, M. Adami Okta. Uang tersebut diberikan dalam empat kali tahapan.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menjerat sejumlah pihak yang diantara yakni, dua pejabat Bakamla, Nofel Hasan dan Eko Susilo Hadi, serta tiga petinggi PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Dharmawansyah, M. Adami Okta, dan Hardy Stefanus.

S‎elain Fayakhun, KPK menduga terdapat juga sejumlah nama anggota DPR yang disebut menerima suap terkait proyek pengadaan alat satmon pada Bakamla.

Mereka adalah Politikus PDI Perjuangan, TB. Hasanuddin dan Eva Sundari; Politikus Golkar, Fayakhun Andriadi; serta dua Politikus NasDem, Bertus Merlas dan Donny Priambodo.

Hal tersebut terungkap ketika Direktur PT Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Darmawansyah bersaksi untuk terdakwa mantan pejabat Bakamla, Nofel Hasan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam kesaksiannya, Fahmi mengakui pernah memberikan uang sebesar Rp24 miliar atau enam persen dari nilai total proyek alat satmon Bakamla sebesar Rp400 miliar kepada Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi selaku narasumber Bakamla.

Uang tersebut diduga telah disalurkan Ali Fahmi kepada sejumlah anggota DPR untuk meloloskan anggaran proyek Bakamla ini.‎ Namun, KPK belum dapat mendalami lebih lanjut keterangan dari Ali Fahmi. Sebab, Fahmi hingga hari ini belum diketahui keberadaan.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close