Tolak Hasil Musdalub, Herman Firdaus Gelar Musdalub Tandingan. Hasilnya?


Arie Perdana Putra 2018-05-12 21:23:24 Ogan Ilir 217 kali

Herman Firdaus saat diwawancaraiusai gelar Musdalub tandingan di Sekretariat DPD Partai Golkar. (Holdi)

INDRALAYA, Kabar28.com,- Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ogan Ilir (OI), Herman Firdaus menolak hasil keputusan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), yang dilaksanakan di Hallroom salah Rumah Makan di Indralaya, Sabtu (12/5/2018). 

Penolakan itu dinyatakan Herman setelah dirinya memilih Walk Out (WO) saat pelaksanaan Musdalub berlangsung, usai melakukan WO, Herman Firdaus dan Ketua Fraksi Golkar DPRD OI, Irwan Noviatra serta Ketua Partai Golkar Kecamatan se- Kabupaten OI, langsung mengadakan Musdalub tandingan di Sekretariat DPD partai Golkar di Jalan Lintas Timur KM 33, Kompleks Ruko D'slaya, Indralaya Indah. 

Dalam Musdalub tandingan itu, Herman menolak hasil keputusan Musdalub yang menetapkan Endang PU Ishak sebagai Ketua DPD partai berlambang beringin itu. 

Sementara itu saat dikonfirmasi, Herman menilai dalam proses Musdalub tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu sesuai dengan AD/ART dan peraturan organisasi yang berlaku. "Oleh karena itu kami melanjutkan Musdalub sesuai dengan pemahaman, kesepakatan serta sikap kami untuk memutuskan hasil Musdalub itu secara aklamasi dengan menetapkan saya sebagai Ketua DPD partai Golkar Kabupaten OI," tegas Herman.

Herman menyebut, pimpinan sidang sementara yaitu R. Anita Noeringhati memutuskan secara sepihak hasil pembahasan dan tidak melalui proses sebagaimana mestinya. Salah satu pembahasan yang diputuskan sepihak tersebut yaitu mengenai Surat Keputusan Pengurus Kecamatan (PK) yang selama ini menyalahi peraturan dan dinilai cacat hukum. "Setelah kita analisa, ternyata banyak hal yang menyalahi AD/ART dan peraturan organisasi. Salah satunya mengenai prosedur dan perioderisasi kepengurusan tingkat kecamatan," ungkap Herman. 

Selain itu dirinya juga menyebut, ada beberapa daerah dan kecamatan di Kabupaten OI yang tidak mengindahkan intruksi DPP Partai Golkar yang telah menerbitkan dukungan pencalonan Dodi-Giri sebagai Gebernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan. "Sudah terbukti hampir 80 persen baik itu ditingkat kecamatan, kabupaten hingga anggota fraksi partai golkar tidak mengindahkan intruksi tersebut dan membelot dari ketentuan partai Golkar," katanya. 

Dirinya juga mengatakan, berdasarkan intruksi dan surat dari DPD I partai Golkar nomor 045 tahun 2018 dirinya sudah menerbitkan dan mengintruksikan SK di 15 Kecamatan untuk mendukung pasangan calon Dodi-Giri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. "Itu sudah pernah kita lakukan dan nyatanya tidak semua kepengurusan di tingkat kecamatan mengindahkan intruksi tersebut, hanya ada segelintir yang bisa kita percaya," ujar Herman. (old)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close