2 Kali Jadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani: Saya Dengar Masih Ada Anak SD Tidak Bisa Baca


Lia Cikita 2018-05-07 16:18:22 Pendidikan 63 kali

Anak Lulusan SD Masih Belum Bisa Membaca (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut masalah pendidikan Indonesia masih belum juga membaik. Bahkan sejak tahun 2005 di mana pada saat itu dirinya menjadi Menteri Keuangan untuk pertama kalinya di era kepimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurutnya, tak membaiknya masalah pendidikan bahkan hampir membuatnya frustasi. Karena dirinya lah yang memegang keuangan negara, sehingga jika ada sesuatu hal yang tidak memuaskan maka dirinya lah yang akan dikomplen oleh masyarakat.

"Lucunya the only person yang merasa frustasi adalah Menteri Keuangan, kebetulan Menteri Keuangannya saya ," ujarnya di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Jakarta, Senin (6/5/2018).

Menurut Ani, sapaan akrab dirinya, salah satu bukti belum membaiknya pendidikan di Indonesia adalah dari masih banyaknya siswa siswi Indonesia yang memahami betul pelajar-pelajar di sekolahnya. Bahkan ada beberapa lulusan SD yang belum bisa membaca.

"Cerita yang saya denger masih sama. Anak anak yang lulus SD tidak bisa membaca," ucapnya.

Saat ini sendiri lanjut Sri Mulyani, berdasarkan survei, skor Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) berada di rangking 63 dari 80 yang di survei. Peringkat tersebut masih jauh di bawah dari negara-negara tetangga seperti Vietnam.

"Anak-anak yang PISA skornya yang terdiri dari tiga hal membaca, matematika dan sains kita termasuk 63 rangking sari 80 survei," jelasnya.

Hal tersebut sangat disayangkan lanjut Ani. Pasalnya, secara pondasi Indonesia miliki yang sama yakni alokasi anggaran sebesar 20% untuk pendidikan.

"Kita kalah bahkan dengan negara- negara tetangga kita yang sama menggunakan policy 20% dari anggaran. Tapi Vietnam dia bisa PISA tesnya ada di atas," jelasnya.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close