Kenali Pendarahan Otak, Penyakit yang Dialami Sir Alex Ferguson


Lia Cikita 2018-05-06 13:38:06 Kesehatan 33 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Kabar28.com, - Manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu, 5 Mei sore waktu Inggris guna menjalani operasi bedah akibat pendarahan di otak. Pria berkewarganegaraan Skotlandia itu dikabarkan sukses menjalani operasi dan berada dalam pemulihan.

Pendarahan otak adalah jenis stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah arteri yang pecah di otak. Akibatnya, jaringan otot dipenuhi darah yang dapat membunuh sel-sel di otak. Melansir dari The Sun, Minggu (6/5/2018), kondisi tersebut menyebabkan 13% kasus penyakit stroke.

Ketika darah mengiritasi jaringan otak, maka akan terjadi pembengkakan dan darah yang terkumpul akan semakin menggumpal. Kondisi tersebut meningkatkan tekanan pada jaringan otak di dekatnya, yang mengurangi aliran darah penting dan membunuh sel otak.

Gejala pendarahan otak meliputi sakit kepala tiba-tiba, melemahnya fungsi tangan atau kaki, kesemutan atau mati rasa, dan kesulitan berbicara, menelan, menulis, serta berbicara. Namun, pendarahan otak masih dapat diobati dengan tindakan yang tepat.

Dokter perlu menentukan bagian mana dari otak yang terkena dampak pendarahan sesuai dengan gejala yang dialami pasien. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan melakukan CT scan yang dapat mengungkap akumulasi penggumpalan darah atau dengan mesin pemindai beresonansi (MRI).

Pemeriksaan syaraf (neurologi) atau mata juga penting dilakukan untuk mengungkap adanya pembengkakan optik atau tidak. Tindakan medis yang diambil dokter sepenuhnya bergantung pada lokasi, penyebab, dan seberapa luas area pendarahan di otak.

Dokter biasanya akan memberi antikonvulsan untuk mengurangi kejang-kejang. Pembedahan, seperti yang dilakukan terhadap Sir Alex Ferguson, amat mungkin diperlukan untuk mengurangi pembengkakan dan mencegah pendarahan.

Efek fatal dari pendarahan otak adalah kematian. Setengah dari pasien yang menderita pendarahan otak meninggal dunia di mana fase kritis adalah dua hari setelah mengalami penyakit tersebut. Sementara itu, mereka yang berhasil bertahan hidup akan mengalami pemulihan yang cukup lama. Hanya 12% dari pasien yang berhasil bertahan dapat pulih sempurna dalam waktu 30 hari.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close