Konsumsi Susu di Indonesia Masih Rendah, Ternyata Ini Penyebabnya!


Lia Cikita 2018-05-03 21:39:52 Kesehatan 45 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Kabar28.com, - Berbicara mengenai manfaat kebaikan susu dari segi gizi memang tidak pernah ada habisnya. Akan tetapi, tingkat konsumsi susu di Indonesia masih tergolong rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bila masyarakat Tanah Air belum sepenuhnya menyadari manfaat dari susu itu sendiri.

Salah satu alasan terjadinya kondisi tersebut mungkin karena sejak dulu masyarakat tidak terbiasa minum susu. Berdasarkan sejarah, konsumsi susu pada awalnya mulai dilakukan oleh orang-orang di Timur Tengah. Kemudian ketika ada pengetahuan tentang angka gizi di susu, masyarakat Eropa mulai rutin meminumnya. Di Asia sendiri masyarakat merasa enggan atau bahkan jijik meminum susu karena menganggapnya sebagai darah putih hewan.

Namun pada saat masa penjajahan, orang-orang kolonial mulai memperkenalkan susu kepada pribumi untuk mengatasi masalah gizi seperti stunting. Tapi lagi-lagi, masyarakat yang meminum susu hanyalah yang berasal dari bangsawan. Seiring berjalannya waktu, pemerintah sempat mengadakan program 4 sehat 5 sempurna di mana susu menjadi salah satu menu di dalamnya.

“Pemanfaatan susu sebagai bahan pokok pangan manusia telah hadir sejak sekitar 8.000 SM. Di Tanah Air, susu dan produk hewani lainnya telah dikonsumsi di beberapa daerah yang memiliki kebiasaan menggembala seperti sejumlah area di Sumatra dan Sulawesi. Kebaikan susu dan produk olahannya kemudian menjadi komoditas yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia ketika industri peternakan sapi perah mulai berkembang pada pertengahan abad ke-19," jelas Sejarawan Kuliner dari Universitas Padjajaran, Fadly Rahman saat ditemui dalam workshop 'FFI MilkVersation: Kebaikan Susu, Dukung Pembentukan Keluarga Kuat Untuk Bangsa Kuat' yang digelar oleh Frisian Flag Indonesia, Kamis (3/5/2018) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sementara itu, ditemui dalam acara yang sama, ahli gizi Dr. Marudut, B.Sc. MPS menjelaskan bila susu memiliki kebaikan untuk membentuk keluarga kuat. "Susu merupakan salah satu sumber zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak. Kandungan susu antara lain protein, kalsium, fosfor dan vitamin D. Berbagai penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara konsumsi susu secara rutin sesuai takaran dengan kepadatan tulang," jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, protein yang terkandung dalam susu antara lain kasein, whey, dann lainnya. Jumlah yang terbanyak adalah kasein dengan jumlah mencapai 80%. Kasein baik untuk pertumbuhan tulang. Sedangkan whey dan protein lainnya memiliki manfaat untuk kekhususan tertentu. Susu juga mengandung asam lemak yang unik dan kompleks. Sejumlah penelitian menunjukkan bila nutrisi tersebut berperan positif terhadap peningkatan kesehatan.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close