China Luncurkan Pesawat Pengebom dan Jet Tempur di Sekitar Taiwan


Lia Cikita 2018-04-26 21:48:52 Internasional 106 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Beijing, Kabar28.com, — Militer China meluncurkan sejumlah armada udaranya di sekitar wilayah Taiwan pada Kamis (26/4/2018). Pesawat pengebom hingga jet tempur dikerahkan dalam aksi unjuk kekuatan terbaru yang dikemas dalam sebuah "latihan tempur".

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Angkatan Udara China, pesawat pengebom H-6K, pesawat peringatan dini, pesawat pengintai, dan beberapa jet tempur diterbangkan melintasi Selat Bashi, wilayah selatan Taiwan, Selat Miyako, dan di dekat Pulau Okinawa, Jepang.

Angkatan Udara menyatakan, pesawat pengebom H-6K telah menyelesaikan sejumlah latihan yang dilakukan dengan mengelilingi Taiwan sejak 18 April.

"Latihan dilakukan untuk memperkuat kapasitasnya dalam menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial," tulis pernyataan Angkatan Udara China dalam media sosial resmi mereka.

Juru bicara kementerian pertahanan China, Wu Qian, menyampaikan dalam konferensi pers, serangkaian operasi yang dilakukan ditujukan langsung untuk menentang pasukan kemerdekaan Taiwan dan aktivitasnya di Pulau Formosa.

"Tujuannya adalah untuk mencegah pasukan kemerdekaan Taiwan mengancam kesejahteraan rakyatnya. Jika mereka terus melakukan tindakan gegabah, kami akan mengambil tindakan lebih lanjut," kata Wu dilansir AFP.

China menganggap pulau yang diperintah secara mandiri dan demokratis tersebut sebagai bagian pemberontak dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan kemungkinan reunifikasi menggunakan kekuatan.

Sementara Taipei menuduh Beijing dengan armadanya tengah berupaya memicu ketegangan di wilayah tersebut melalui serangkaian latihan yang dilakukan.

Taiwan mengumumkan pada Selasa (24/4/2018) akan menggelar latihan menggagalkan invasi China dalam agenda tahunan melalui simulasi serangan wilayah pesisir.

Sebelumnya, pesawat pengebom dan mata-mata China telah diterbangkan di sekitar Taiwan pekan lalu.

Helikopter tempur Beijing juga melakukan latihan dengan rudal di lepas pantai tenggara China pada 18 April.

China juga terus meningkatkan patroli militer di sekitar Taiwan dan melakukan tekanan diplomatik terhadap pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen.

Sumber : kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close