Struktur Ekonomi Indonesia Mampu Tahan Pelemahan Rupiah


Lia Cikita 2018-04-25 17:21:04 Ekonomi 61 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Semarang, Kabar28.com,  - Beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dollar AS. Pelemahan tersebut lebih disebabkan faktor eksternal, yakni kondisi perekonomian di AS yang membaik secara signifikan.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Firman Mochtar menjelaskan, pelemahan nilai tukar disebabkan perkembangan ekonomi global, khususnya di AS. Pelemahan tidak hanya dialami oleh rupiah, melainkan juga mata uang negara-negara berkembang lainnya.

"Ada persepsi kebijakan moneter AS akan lebih ketat mengikuti perkembangan indikator ekonomi yang semakin baik," kata Firman dalam diskusi Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2017 di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah di Semarang, Rabu (25/4/2018).

Firman menjelaskan, kondisi indikator ekonomi AS yang membaik tersebut antara lain terlihat dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan angka pengangguran. Segala indikator tersebut menimbulkan persepsi pasar bahwa kebijakan moneter AS akan semakin agresif.

Menurut Firman, pelemahan yang terjadi pada rupiah cenderung lebih baik ketimbang yang terjadi di negara-negara berkembang lainnya. Ia mengungkapkan, sepanjang bulan April 2018, rupiah melemah 0,90 persen.

Kondisi ini lebih baik dibandingkan misalnya mata uang baht Thailand yang melemah sekira 1 persen, rupee India yang melemah sekitar 2 persen, dan ringgit Malaysia yang melemah 2,8 persen. Adapun mata uang lira Turki melemah 3,3 persen.

Sejak awal tahun 2018, nilai tukar rupiah terdepresiasi 2,3 persen. Ini pun lebih baik ketimbang mata uang real Brazil yang melemah sekira 3 persen, rupee India yang melemah sekitar 4 persen, peso Filipina 4,5 persen, dan bahkan lira Turki yang melemah 7,2 persen.

Firman menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah yang tidak setajam sejumlah mata uang negara berkembang lainnya disebabkan kuatnya struktur perekonomian Indonesia. Beberapa investor pun memiliki pandangan yang sama.

"Kondisi ini tidak lepas dari capaian kita menjaga stabilitas dan struktur ekonomi yang lebih baik, sehingga mampu menahan rupiah," ucap Firman.

Hal ini tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik dan solid, inflasi terjaga, hingga sistem keuangan dan perbankan yang baik. Kondisi-kondisi tersebut mampu menahan secara natural terhadap tekanan pada rupiah.

Bank sentral sebut Firman, pun selalu berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah.

Sumber : kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close