Biarawati Australia Diusir Setelah 27 Tahun Tinggal di Filipina


Lia Cikita 2018-04-25 17:11:19 Internasional 86 kali

Biarawati Australia, Patricia Anne Fox, saat dibebaskan usai sehari ditahan otoritas Australia, pekan lalu (Foto : istimewa)

Manila, Kabar28.com,  - Otoritas Filipina mengusir biarawati Katolik asal Australia yang sempat ditahan karena 'terlibat kegiatan politik ilegal'. Sang biarawati berusia 71 tahun ini diberi waktu 30 hari untuk segera meninggalkan Filipina. 

Seperti dilansir Reuters, Rabu (25/4/2018), biarawati bernama Patricia Anne Fox (71) ini merupakan kepala biarawati Notre Dame de Sion, yang merupakan persekutuan para biarawati Katolik di Filipina. Dia juga dikenal sebagai aktivis HAM. 

Pekan lalu, Fox sempat ditahan selama sehari setelah Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan penyelidikan terhadap sang biarawati atas dugaan 'perilaku melanggar ketertiban'. Tidak hanya sempat ditahan, visa misionaris Fox juga dicabut otoritas Filipina karena dia disebut sempat ikut aksi protes. 

Fox melalui pengacaranya, Jobert Pahilga, menyatakan akan mengajukan perlawanan. "Kami akan mengajukan mosi untuk mempertimbangkan kembali perintah (deportasi) ini. Dia tidak terlibat dalam aktivitas partisan apapun. Dia seorang biarawati," tegas Pahilga.

Pekan ini, perintah pemulangan atau deportasi Fox dirilis Biro Imigrasi Filipina. Kepala Biro Imigrasi, Jaime Morente, memerintahkan agar Fox segera meninggalkan Filipina. Fox yang sudah 27 tahun tinggal di Filipina ini, diberi waktu 30 hari untuk keluar dari negara itu.

"Dia diketahui terlibat aktivitas-aktivitas yang tidak diizinkan di bawah syarat dan ketentuan visanya," sebut Morente, merujuk pada visa misionaris yang digunakan Fox selama ada di Filipina.

Visa misionaris baru yang telah didapatkan Fox dan akan berakhir pada September 2018, telah dicabut pada Senin (23/4) pekan ini. Namun seorang juru bicara Biro Imigrasi Filipina menyatakan, Fox masih bisa kembali ke Filipina dengan visa turis, bukan misionaris lagi.


Kelompok aktivitas sayap kiri, Bayan, mengecam perintah deportasi terhadap Fox ini. Bayan menyebut Fox telah melakukan banyak hal untuk para petani Filipina selama tiga dekade tinggal di Filipina. 

"Rezim Duterte paranoid dan takut pada seorang biarawati lanjut usia yang bekerja untuk hak asasi manusia dan keadilan sosial bagi warga miskin. Perintah deportasi pada Suster Pat tentunya tercela dan sungguh memalukan," cetus pemimpin Bayan, Renato Reyes, dalam pernyataannya. 

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close