First Travel Berkomitmen Akan Berangkatkan Calon Jamaah Umrah


Lia Cikita 2018-04-23 23:29:09 Nasional 73 kali

Bos First Travel Jalani Sidang Kasus Penipuan Jamaah Umrah di PN Depok (foto: istimewa)

 Depok, Kabar28.com, - Direktur First Travel Anniesa Hasibuan mengaku menyesali keputusan dari pihak kepolisian yang langsung menangkap dirinya dan suami Andika Surachman.

Padahal saat itu First Travel telah menandatangani kesepakatan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disaksikan Kementerian Agama dan Polri bahwa akan memberangkatkan calon jemaah pada November 2017.

"Saya sangat menyesalkan kenapa kita tidak diberi kesempatan menjalankan sampai November 2017, tiba -tiba dibulan agustus saya ditangkap polisi," ucap Anniesa di bangku pesakitan PN Depok, Senin (23/4/2018).

Penyesalan Annisa pun semakin mendalam, sebab dibelakang dirinya banyak calon jamaah yang menanti keputusan, apakah mereka bisa diberangkatkan umrah. Unsur penipuan yang disudutkan kepadanya langsung ditepis Annisa dalam kesaksian terdakwa di persidangan, menurutnya sepanjang perjalanan First Travel tidak ada sedikit pun hak calon jamaah yang diambil.

"Saya sangat menyesal, tapi bukan berarti saya ada niat menipu, padahal di bulan November 2017 sebanyak 5000 jemaah akan kami berangkatkan," paparnya.

Keinginan untuk memberangkatkan calon jamaah, hingga kini masih terlintas dalam benak pikiran Annisa. Untuk itu pihaknya berkomitmen dan akan bertanggungjawab terhadap para calon jammah, bahwa perjuangan untuk memberangkatkan tidak akan berakhir sampai dipersidangan di PN Depok.

"Saya berkomitmen sampai hari ini, mau diupayakan di PKPU maupun di sini, saya akan tetap berangkatkan jemaah," tegasnya.

Ketiga terdakwa yakni Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang yang mengakibatkan 63.310 calon jemaah umroh gagal berangkat dengan kerugian Rp905 miliar.

Jaksa penuntut umum mendakwa ketiga terdakwa melakukan penipuan atau penggelapan dana perjalanan umrah 63.310 anggota calon jemaah yang hendak menggunakan jasa biro perjalanan mereka. Ketiga orang itu dianggap menggunakan dana calon jemaah Rp905 miliar.

First Travel menawarkan paket promo umrah murah seharga Rp 14,3 juta. Mereka menjanjikan calon jemaah diberangkatkan satu tahun setelah pembayaran dilunasi. Pada kenyataannya, hingga dua tahun berlalu, para korban tak kunjung diberangkatkan.

Para terdakwa didakwa melanggar Pasal 378 KUHP junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP junto Pasal 64 Ayat (1) KUHP tentang penipuan secara bersama-sama dan atau Pasal 372 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 Ayat 1 KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close