Driver Ojek Online Lakukan Aksi 234


Arie Perdana Putra 2018-04-23 22:04:08 Palembang 115 kali

Driver ojek online saat berunjuk rasa

PALEMBANG, Kabar28.com,- Ratusan driver ojek online yang tergabung dalam lintas komunitas rider dan driver online Palembang lakukan aksi 234, menyampaikan beberapa aspirasi kepada pemerintah dan pihak aplikator angkutan online, Senin (23/4/2018).

Koordinator Lapangan Budi Satria mengatakan, pihaknya ingin pemerintah membantu mereka sebagai mitra yang telah dirugikan aplikator tidak berpihak kepada mitranya. Pihaknya juga ingin pemerintah menindak tegas aplikator nakal yang ingin menghancurkan perekonomian mitranya yaitu rakyat Indonesia.

Menurutnya, kehadiran aplikator luar negeri sudah menghancurkan perekonomian dan sosial mitra. Oleh karena itu, pihaknya ingin pemerintah dapat mendorong dan membantu Aplikasi Karya Anak Bangsa dalam membangun NKRI.

"Tuntutan kami dengan aplikator agar persaingan tidak sehat antar aplikator dihentikan. Karena hal itu dapat menimbulkan gejolak sosial antar driver online. Selain itu, aplikator harus mengembalikan perhitungan performa menjadi 40 persen. Dan yang terakhir tidak mensuspend kami karena telah melakukan aksi 234 ini," tutup dia.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumsel, Chairul S. Matdiah, berjanji akan menyampaikan aspirasi rider dan driver online kepada eksekutif. Untuk operator, Chairul juga mendorong agar dapat mendengarkan aspirasi mitranya yang saat ini sangat dirugikan.

"Aspirasi akan kami sampaikan kepada eksekutif dan pihak operator. Karena disini kami hanya penyambung lidah, bukan pihak yang dapat memutuskan," kata politikus Partai Demokrat Sumsel itu.

"Hari ini perwakilan dari Gojek tidak ada dan yang hadir juga tidak bisa memutuskan. Solusi terbaiknya kita akan undang semua pihak terkait agar hadir pada Senin pekan depan. Kami mohon supaya rider dan driver untuk bersabar," ungkapnya.

Pada aksi unjuk rasa, pihak Grab juga turut hadir. CT Manajer Grab Palembang Siswantoro hadir sebagai perwakilan untuk mendengarkan aspirasi mitranya. Sementara dari pihak Gojek Indonesia nampak tidak hadir.

"Sebagai mitra, aspirasi selalu kami report. Soal tarif akan kita rundingkan dan dilaporkan ke pusat hingga ada keputusan selanjutnya. Kami berjanji akan mengundang manajemen dari Jakarta agar ada keputusan yang memuaskan semua pihak," kata Siswantoro.

Berdasarkan mediasi antara rider dan driver online, DPRD Sumsel serta perwakilan aplikator, disimpulkan bahwa akan ada musyawarah lebih lanjut. Diputuskan, awal pekan depan, Senin, 30 April 2018, pihak terkait akan kembali melakukan mediasi hingga adanya sebuah keputusan. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close