Ekonom: Rupiah Memang Harus Melemah Secara Gradual


Lia Cikita 2018-04-21 19:58:25 Ekonomi 66 kali

Ilustrasi rupiah

Mataram, Kabar28.com - Head of Economic and Market Research UOB Enrico Tanuwidjaja menilai bahwa nilai tukar rupiah memang harus melemah secara gradual.

Menurutnya, hal ini karena Indonesia masih memiliki defisit neraca transaksi berjalan yang diprediksikan melebar dari tahun lalu 1,7 persen menjadi 2,1 persen dari PDB pada tahun 2018 ini.

"Kedua, fiskal kita juga defisit. Kita masih harus issue surat utang dalam denominasi rupiah ataupun mata uang asing, sehingga meningkatkan kebutuhan dollar AS. Ada juga pembayaran dividen ke luar negeri pada bulan April dalam mata uang asing," jelas Enrico, Sabtu (21/4/2018).

Enrico menambahkan, dalam dunia usaha, naik turunnya level kurs rupiah tidak begitu penting. Tetapi yang terpenting adalah mengetahui volatilitas kurs, karena dunia usaha membutuhkan sesuatu yang stabil.

"Melemah nggak apa-apa, yang penting tahu berapa perubahan gradualnya," lanjutnya.

Sementara itu Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Firman Mochtar pada kesempatan yang sama mengatakan BI berusaha untuk meminimalisir ketidakpastian kurs dan tidak menciptakan ekspektasi berlebih pada masyarakat.

"Kurs ini kan harga dari devisa ya, hasil ekspor impor dan valuta asing. Ketika kurs mengalami fluktuasi, dia akan menciptakan ketidakpastian dan rang akan susah melakukan perencanaan," tambah Firman.

Sumber: kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close