Dituduh Lecehkan Jurnalis Wanita, Pejabat Keuangan Jepang Mengundurkan Diri


Lia Cikita 2018-04-19 16:24:16 Internasional 41 kali

Junichi Fukuda mengundurkan diri setelah dilaporkan melakukan pelcehan seksual terhadap seorang jurnalis wanita. (Foto: istimewa)

Tokyo, Kabar28.com,  – Seorang pejabat tinggi pemerintah Jepang mengundurkan diri menyusul tuduhan pelecehan seksual yang dilakukannya terhadap seorang jurnalis perempuan. Junichi Fukuda, seorang birokrat di kementerian keuangan Jepang, membantah tuduhan yang dilaporkan oleh sebuah majalah yang menyebutkan bahwa mereka memiliki bukti perbuatannya itu.

Majalah Shukan Shincho adalah yang pertama kali melaporkan bahwa Fukuda memberikan komentar tak senonoh terhadap seorang jurnalis perempuan. Majalah tersebut pekan ini merilis sebuah bukti audio yang diklaim menunjukkan bahwa sang birokrat mengatakan “Boleh saya memeluk Anda?” dan “Bolehkan saya menyentuh payudara Anda?”

BBC, Kamis (19/4/2018) mewartakan, Fukuda menyatakan akan melawan tuduhan yang ditujukan kepadanya dan dia mengundurkan diri hanya karena dia tidak ingin mengganggu pekerjaan di kementerian yang sudah mengalami situasi yang sulit.

Kementerian keuangan Jepang tengah mendapat sorotan setelah diduga mengubah dokumen untuk melindungi Perdana Menteri Shinzo Abe dari tuduhan kronisme. Kementerian mengatakan telah berencana menunjuk firma hukum untuk menyelidiki tuduhan tersebut.

Sebelum tuduhan terhadap Fukuda dilaporkan, banyak jurnalis perempuan di Jepang yang diklaim mengalami pelecehan dan perlakuan tidak adil dalam pekerjaannya. Serikat pekerja surat kabar telah mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyerukan perlindungan yang lebih baik bagi para perempuan di lingkungan kerja.

"Banyak reporter wanita harus menghadapi bahasa seksual yang kasar, tangan yang melingkari pinggul dan bahu mereka, tetapi hanya bisa menarik tangan-tangan tersebut diam-diam dan menempatkannya di lutut pemilik mereka, karena takut merusak hubungan antara mereka yang mereka laporkan dan organisasi mereka," kata serikat tersebut.

Dalam kasus terpisah, Gubernur Preferktur Niigata, Ryuichi Yoneyama juga mengundurkan diri setelah media melaporkan hubungannya dengan sejumlah wanita, beberapa melibatkan hadiah dan uang. Yoneyama yang belum menikah mengakui perbuatannya, tetapi menjelaskan bahwa tindakannya itu sama sekali tidak berhubungan dengan prostitusi.

"Sulit menemukan seseorang untuk berkencan ... saya memang memberikan hadiah dan uang untuk mendapatkan perhatian," jelasnya. Dia memutuskan untuk mengundurkan diri demi menghindari terjadinya kekacauan.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close