Edarkan 10 Kg Sabu, Komplotan Ini Tergiur Upah Rp 100 Juta


Mutiara Safitri 2018-04-16 13:52:19 Nasional 62 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Palembang, Kabar28.com,-  Polisi menangkap pemilik 3 kg yang masuk di Bandara SMB II Palembang, beberapa waktu lalu. 6 Pelaku diamankan berikut barang bukti 10 kg sabu dan 4.950 butir ekstasi.

"Para pelaku ini merupakan jaringan dari pemilik 3 kg sabu yang telah digagalkan oleh pihak bandara Palembang 22 Maret lalu. Dari hasil pengembangan terdeteksi keberadaan pelaku di Surabaya dan akan transaksi lagi dengan jumlah besar," kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain saat ditemui di Mapolda, Senin (16/4/2018).

Keenam pelaku merupakan warga asal Surabaya berinisal FD (22), OK (23), TR (21), MH (38), dan AH (24). Para pelaku ditangkap di salah satu hotel berbintang di daerah Surabaya saat akan melakukan transaksi. Di lokasi penangkapan, polisi menyita 7 kg sabu yang telah dikemas dalam teh China dan dipacking dalam bentuk stagen atau korset.

Barang haram ini dibawa dari Palembang via jalur darat dan akan diedarakan di Kota Pahlawan. Para pelaku mengakui telah beberapa kali berhasil meloloskan narkotika ini dengan upah Rp 90 juta sampai Rp 100 juta.

"Kalau hasil keterangan sementara, ini sudah ketiga kalinya mereka bawa dari Palembang dan diedarkan di Surabaya. Untuk yang dari bandara baru pertama kali mereka akan coba, tapi gagal," kata Zulkarnain.

"Modusnya bermacam-macam, ada yang dikemas paket teh China dan diberi bubuk kopi atau susu bubuk. Tapi ada juga ini yang dipaket bentuk stagen dan dililitkan di pinggang pelaku dengan cara di press," kata mantan Kapolda Riau ini.

Direktur Resnarkoba Polda Sumsel, Kombes Farman menyebut total harga narkotika yang disita senilai Rp 12 miliar. Polisi telah melakukan pengejaran hampir dari 1 bulan lamanya.

"Dari 10 kg sabu dan 4.950 butir ekstasi ini kita telah menyelamatkan sedikitnya 50 ribu jiwa. Tentu tidak berhenti sampai di sini saja, kita akan kejar lagi pelaku lain yang selama ini mengedarkan di Kota Palembang dan sekitarya," kata Farman. 

Sumber : detik.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close