Tekan Angka Bullying, KPPPA Kawal Sekolah Ramah Anak di Mamuju


Lia Cikita 2018-04-12 19:25:26 Pendidikan 67 kali

Menteri Yohana saat mengunjungi sekolah di Mamuju (Foto: istimewa)

Mamuju, Kabar28.com, - Di tengah berkembangnya teknologi di era digital seperti sekarang, idealnya semakin maju pula masyarakatnya. Namun sayangnya, dua hal ini tidak berbanding lurus satu sama lain.

Bagaimana tidak, pasalnya kita tidak bisa menutup mata, bahwa di lingkungan masyarakat kita contohnya bullying atau penindasan di lingkungan sekolah, masih jadi pekerjaan rumah terbesar yang harus dituntaskan. Karena berdasarkan hasil kajian cepat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tahun 2017 masalah terbesar yang masih ada di sekolah adalah bullying, yang mana persentasenya menunjukkan angka sebesar 58 persen. Tidak terkecuali di sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Melihat kondisi di atas, maka kurang lebih delapan sekolah telah menginisiasi program Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam rangka upaya menekan angka kekerasan di sekolah. Diketahui lebih lanjut, upaya ini dikawal KPPPA.

Sadar akan usaha menekan angka bullying di sekolah ini tidak akan bisa dijalankan oleh satu pihak saja, Yohana Yembise selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia meminta agar sejatinya seluruh komponen masyarakat dapat ikut mengawal Sekolah Ramah Anak (SRA) agar memenuhi 6 komponen Sekolah Ramah Anak.

“Saya meminta Dinas PPPA bersama-sama dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama dapat mengawal delapan sekolah yang sudah menginisiasi SRA melalui pelatihan dan bimbingan untuk warga sekolah. Selain itu, diperlukan jejaring dengan kepolisian, puskesmas, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Pemadam Kebakaran, dan lain-lain untuk menangani permasalahan di sekolah agar dapat ditangani secara cepat dan tepat. Hal inilah yang membedakan SRA dan sekolah yang belum SRA,” ungkap Yohana saat ditemui, Kamis (12/4/2018) dalam acara Penandatanganan Prasasti Sekolah Ramah Anak di MTS Negeri Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Mengapa Sekolah Ramah Anak ini jadi penting untuk diwujudkan? Perlu diketahui, Sekolah Ramah Anak atau SRA ini merupakan salah satu indikator terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), yang mana lebih lanjut Kabupaten atau Kota minimal mempunyai empat buah SRA yang berasal dari SD, SMP, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah. Melalui SRA, anak-anak juga dapat dilibatkan menjadi pelopor dan pelapor di setiap tindak kekerasan seperti bullying yang menjadi masalah terbesar di sekolah. Selain melindungi anak-anak dari bullying, SRA merupakan bentuk kesadaran sekolah untuk memenuhi hak dan melindungi anak-anak selama mereka berada di sekolah.

“Dengan diinisiasinya SRA, diharapkan sekolah dapat lebih melindungi anak-anak dari lingkungan yang tidak sehat, melindungi dari penyakit sewaktu anak di sekolah, melindungi dari makanan tidak sehat, dari kantin yang tidak sehat, dari asap rokok dan kebiasaan merokok, dari napza, dari bangunan dan sarana prasarana yang membahayakan anak-anak, dari bencana alam, dari radikalisme, dari kekerasan, dari informasi yang tidak layak dan hal-hal lainnya yang dapat merusak masa depan anak,” tutup Yohana.

Dalam kesempatan yang sama, selain menandatangani prasasti peresmian sekolah ramah anak, Yohana juga sekaligus memberikan bantuan SRA kepada empat sekolah yakni MTS Negeri Binanga Mamuju, SMP Negeri 2 Mamuju, MIS Al-Ihaeriyah Mamuju, dan SD Impres Rimuku Mamuju, yang kemudian rangkaian acara ditutup dengan sesi penanaman pohon di pekarangan sekolah.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close