Menlu Rusia Sebut Tak Ada Bekas Serangan Kimia di Douma


Lia Cikita 2018-04-09 19:51:00 Internasional 42 kali

Situasi di Douma, Ghouta Timur, Suriah pada Februari lalu (Foto : istimewa)

Moskow, Kabar28.com,  - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyatakan para ahli dari Rusia tidak menemukan bekas-bekas serangan kimia di kota Douma, Suriah. Hal ini disampaikan Rusia usai dunia internasional menuding rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad bertanggung jawab atas serangan kimia di Douma.

"Para ahli militer kami telah mengunjungi lokasi ini... dan mereka tidak menemukan jejak klorin atau zat kimia lainnya yang digunakan terhadap warga sipil," tegas Lavrov dalam konferensi pers seperti dilansir AFP, Senin (9/4/2018). 

Lebih lanjut, Lavrov menyebut tudingan terhadap rezim Assad terkait serangan kimia itu adalah salah dan merupakan provokasi. 

Kecaman bermunculan dari banyak pihak. Uni Eropa menyatakan bukti-bukti di Douma menunjukkan rezim Assad bertanggung jawab atas serangan kimia itu. Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pernyataannya 'mengutuk keras serangan kimia pada 7 April terhadap penduduk Douma'. 
Laporan soal serangan kimia itu disampaikan Organisasi White Helmets yang menyebut gas klorin beracun digunakan dalam serangan di Douma, pada Sabtu (7/4) malam waktu setempat. Dalam pernyataan bersama dengan Syrian American Medical SocietyWhite Helmets menyatakan lebih dari 500 orang dibawa ke pusat-pusat medis 'dengan gejala-gejala yang mengindikasikan paparan ke zat kimia'.

Lebih dari 70 orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas akibat serangan kimia yang terjadi saat para pemberontak Suriah mulai melakukan evakuasi dari Douma, daerah kantong terakhir yang mereka kuasai di Ghouta Timur, sesuai kesepakatan dengan rezim Suriah.

Laporan itu membuat Presiden AS Donald Trump melontarkan peringatan keras. Pada Minggu (8/4) waktu setempat, Trump menegaskan ada 'harga mahal yang harus dibayar' terkait serangan kimia itu.

Sedangkan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan, komunitas internasional harus meningkatkan langkah-langkah untuk melindungi warga sipil Suriah. Yang terbaru, Organisasi Kerja sama Islam (OKI) juga mengutuk serangan kimia oleh rezim Assad terhadap warga sipil di Douma. Sekjen OKI, Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen, menyebut serangan kimia itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

Pemerintah Suriah telah membantah tuduhan tersebut. Rencananya sidang Dewan Keamanan PBB akan digelar di New York, AS, pada Senin (9/4) waktu setempat untuk membahas serangan kimia ini.

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close