20 Orang Tewas dalam Kekerasan Bersenjata di Kashmir


Lia Cikita 2018-04-02 21:37:31 Internasional 76 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Srinagar, Kabar28.com, – Pasukan keamanan India menewaskan sedikitnya tiga warga sipil dan melukai 70 lainnya di wilayah Kashmir yang bergejolak saat ratusan orang berusaha mencegah mereka melakukan operasi terhadap terduga kelompok militan.

Sementara itu, 17 orang lainnya, termasuk 13 anggota kelompok militan terbunuh dalam baku tembak di selatan Kashmir. Kejadian tersebut merupakan kekerasan terburuk yang terjadi di Kashmir sejak awal tahun ini.

Reuters, Senin (2/4/2018) melaporkan, saat ratusan orang keluar ke jalan di Desa Kachdoora, Distrik Shopian mencoba untuk menghentikan baku tembak antara militan dan pasukan keamanan, tentara India menggunakan gas air mata dan senjata peluru bulat untuk membubarkan massa. Mereka kemudian akhirnya melepaskan tembakan.

Warga setempat mengatakan, pasukan keamanan akhirnya membatalkan operasi mereka di wilayah itu setelah protes tersebut. Polisi mengatakan, lima militan dan tiga tentara India tewas dalam pertempuran itu.

Pertempuran juga dilaporkan terjadi di dua desa lainnya di Kashmir pada Minggu, 1 April.

Direktur Jenderal Polisi Negara Bagian Kashmir, S.P. Vaid mengatakan, angkatan bersenjata India mendapatkan informasi mengenai militan yang bersembunyi di daerah dekat Desa Dragad, sekira 50 kilometer dari Ibu Kota Kashmir, Srinagar.

“Di Dragad, 7 mayat militan ditemukan termasuk beberapa komandan tinggi. Mereka tewas dalam baku tembak, ” kata Vaid. Dia menambahkan, pemilik rumah tempat para militan bersembunyi juga tewas.

Seorang militan lainnya dilaporkan tewas di Desa Dialgam, Distrik Anantnag sekira 60 kilometer dari Srinagar, sementara seorang militan berhasil ditangkap hidup-hidup.

Pihak berwenang telah memerintahkan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Kashmir untuk tetap tutup pada Senin untuk mencegah terulangnya kekerasan. Pembatasan telah diberlakukan di beberapa daerah.

Seorang pejabat perkeretaapian, layanan kereta api ke Kashmir selatan telah ditangguhkan sebagai tindakan pencegahan. Layanan internet di lima distrik juga telah diblokir.

Di distrik Pulwama di Kashmir selatan, pemerintah setempat memberlakukan pembatasan terhadap pergerakan orang dan kendaraan untuk mencegah kekerasan.

Sumber : okezone.com

 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close