Ketua PN Tangerang Mangkir dari Pemeriksaan KPK


Lia Cikita 2018-03-20 21:45:04 Nasional 45 kali

Juru Bicara KPK, Febri (foto: istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Ketua Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Khusus Tangerang, Muhammad Damis, mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedianya, dia dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri.

"Saksi tak hadir Muhammad Damis," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018).

Menurut Febri, Muhammad Damis tidak memberikan keterangan dan alasan ketidakhadirannya dalam pemeriksaan hari ini. "Belum dapat dikonfirmasi alasan ketidakhadiran saksi," ucap Febri

Selain Ketua PN Tangerang, penyidik lembaga antirasuah melakukan pemeriksaan saksi terhadap Advokat, Yusuf Supendi Hasyim, Hakim PN Tangerang, Yuferry F Rangka dan Wiraswasta, Winarno.

Dalam pemeriksaan itu, Febri mengungkapkan bahwa pihaknya mendalami peran Wahyu Widya Nurfitri dalam kasus dugaan suap pemulusan putusan perkara perdata di PN Tangerang.

"Penyidik mendalami terkait pengetahuan saksi dan juga apa saja perbuatan yang dilakukan hakim dalam putusan perkara yang ditangani," ucap Febri.

Perkara ini bermula saat penyidik lembaga antikorupsi melancarkan operasi tangkap tangan (OTT). Setelah gelar perkara, KPK menetapkan empat orang tersangka.

Mereka adalah Wahyu Widya Nurfitri; Panitera Pengganti PN Tangerang, Tuti Atika; dan dua orang Advokat, Agus Wiratno serta HM Saipudin.

Dalam perkara ini, dua Advokat, Agus Wiratno dan HM Sa‎ipuddin diduga menyuap Ketua Majelis Hakim, Wahyu Widya Nurfitri sebesar Rp30 Juta. Uang suap Rp30 juta tersebut diduga untuk memuluskan gugatan perdata perkara wanprestasi yang sedang berproses di PN Tangerang.

Uang Rp30 juta tersebut diberikan oleh Agus Wiratno dalam dua kali tahapan. Pada tahap pertama, Agus menyerahkan Rp7,5 Juta sebagai dp atau tanda jadi pada 7 Maret 2018. Sedangkan sisanya, diberikan ‎pada 12 Maret 2018, kemarin.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Wahyu Widya dan Tuti disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan pihak yang diduga pemberi suap, Agus dan HM Saipudin disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close