Sudah 6,1 Juta WN China Dilarang Traveling


Lia Cikita 2018-03-20 17:38:55 Nasional 45 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Shanghai, Kabar28.com, - China akan mengeluarkan aturan demi mempersulit warga yang bermasalah untuk pergi traveling. Ternyata, sudah ada lebih dari 6,15 juta turis China dilarang traveling.

Booming traveling di China berujung dengan masalah soal perilaku turis China di dalam dan luar negeri. Untuk kejadian di dalam negeri China, banyak perilaku tidak patut yang akhirnya berujung ke pengadilan.

Dilansir detikTravel dari Reuters, Selasa (20/3/2018), Mahkamah Agung China mengungkap data kalau sampai awal 2017 saja, sudah ada 6,15 juta traveler China yang dilarang naik pesawat karena perilaku yang buruk.

Berbagai langkah antisipasi juga telah dilakukan pemerintah China, bahkan pernah menerbitkan buku panduan perilaku untuk turis China. Namun rupaya masih sulit untuk mengerem kelakuan buruk mereka.

Untuk menertibkan perilaku wisatawan China, pemerintah mereka akan memakai cara baru yaitu menerapkan semacam sanksi sosial yang disebut Sistem Kredit Sosial. Hal ini untuk memperbaiki perilaku mereka saat bepergian.

Pemerintah China melalui Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China akan memberlakukan 'Social Credit System'. Setiap pelayanan publik yang didapatkan traveler akan bergantung dari perilaku mereka saat traveling.

Sistem ini, mengharuskan traveler untuk berbuat baik secara sosial. Perbuatan buruk seperti memakai tiket kedaluwarsa, merokok di kereta atau telat membayar denda akan mengurangi nilai sosial dan berujung kepada larangan untuk traveling naik pesawat dan kereta.

Hal ini dibuat karena pemerintah ingin memperbaiki sikap traveler China yang sudah dianggap keterlaluan. Aturan ini akan diberlakukan pada 1 Mei 2018.

Beberapa negara juga telah membatasi kedatangan turis yang umumnya didominasi oleh wisatawan asal China. Namun, turis China dikenal sebagai top spender atau orang yang paling banyak menghabiskan uang saat pergi ke luar negeri.

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close