Soal Stasiun Antariksa Jatuh, LAPAN: Tak Perlu Khawatir


Lia Cikita 2018-03-18 14:28:50 Nasional 70 kali

Dengan bobot mencapai 8,5 ton, stasiun luar angkasa pertama milik China akan menghantam Bumi dan itu berpeluang jatuh di wilayah Indonesia. (foto:istimewa)

Jakarta, Kabar28.com - Dengan bobot mencapai 8,5 ton, stasiun luar angkasa pertama milik China akan menghantam Bumi dan itu berpeluang jatuh di wilayah Indonesia. Perlukah masyarakat Indonesia panik terkait kabar tersebut?

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terkait kemungkinan stasiun luar angkasa China Tiangong-1 jatuh di Indonesia.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa saat Tiangong-1 masuk kembali ke atmosfer Bumi, stasiun antariksa tersebut akan pecah yang di mana sebagian besarnya akan terbakar. Dikatakannya, pecahannya akan tersebar atau ratusan kilometer sepanjang jalur orbit.

Potensi bahaya tumbukan jatuh di wilayah berpenghuni, sangatlah kecil, kata Thomas, karena wilayah Bumi sebagian besar tidak berpenghuni, yaitu terdiri dari lautan, hutan, dan gurun.

"Jadi, masyarakat tidak perlu cemas, namun tetap waspada. Kewaspadaan perlu ketika pada hari H kejatuhan objek antariksa tersebut ada warga melihat benda jatuh dari langit agar jangan menyentuhnya," ujar Thomas dikutip di laman blog pribadinya, Minggu (18/3/2018).

Perlu jadi perhatian selanjutnya, yaitu ada potensi bahaya yang mengancam apabila masyarakat tidak memperhatikan adanya racun dari sisa bahan bakar roket Hydrazine. Itu kondisinya, jika masyarakat menemukan benda yang jatuh dari luar angkasa yang kemudian menyentuhnya langsung.

Untuk itu, LAPAN mengimbau masyarakat untuk memperhatikan hal tersebut. Kemudian lembaga pemerintah non kementerian ini juga mengimbau agar masyarakat jika menemukan benda jatuh dari langit untuk segera melaporkan ke aparat setempat, yang nantinya diteruskan kepada LAPAN.

"LAPAN segera mengirimkan tim untuk evakuasi objek antariksa tersebut dan melakukan tindakan yang tepat bila ada potensi bahaya," sebutnya.

Tiangong-1 yang secara harfiah istana langit ini berbobot 8,5 ton berbentuk tabung dengan panjang 10,4 meter berdimeter 3,4 meter, dilengkapi dengan bentangan panel surya.

Diketahui, stasiun antariksa tersebut diluncurkan pada 29 September 2011 dan mengorbit pada ketinggian sekitar 350 kilometer. Pada periode 2012-2013, Tiangong-1 pernah ditempati astronot China.

Disebutkan, ketinggian orbitnya selalu dikontrol, terlihat dari riwayatnya. Tetapi sejak 2016, Tiangong-1 sudah tidak dapat dikontrol lagi dan mulai turun orbitnya. Diperkirakan sekitar April 2018, wahana ini akan jatuh ke Bumi. 

Sumber:detik.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close