Tegang Soal Eks Mata-mata, Rusia Balas Usir 23 Diplomat Inggris


Lia Cikita 2018-03-17 16:38:22 Internasional 94 kali

Inggris dan Rusia sedang bersitegang terkait upaya pembunuhan eks mata-mata Rusia, Sergei Skripal (foto:istimewa)

Moskow - Otoritas Rusia mengumumkan akan mengusir balik 23 diplomat Inggris. Hal ini merupakan bagian dari langkah balasan atas sikap keras Inggris terhadap Rusia terkait kasus upaya pembunuhan eks mata-mata Rusia, Sergei Skripal.

"Sebanyak 23 staf diplomat di Kedutaan Besar Inggris di Moskow dinyatakan persona non grata dan akan diusir dalam waktu satu minggu ini," tegas Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (17/3/2018).

Keputusan untuk balik mengusir diplomat Inggris ini diumumkan Rusia usai memanggil Duta Besar Inggris di Moskow, Laurie Bristow, ke kantor Kementerian Luar Negeri pada Sabtu (17/3) ini. Pemanggilan itu dimaksudkan untuk memberitahukan langkah-langkah balasan Rusia untuk Inggris.

Sebelumnya dalam pernyataan di hadapan Parlemen Inggris pada Rabu (14/3) waktu setempat, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan pengusiran 23 diplomat Rusia dari wilayah Inggris. Para diplomat Rusia yang diusir diidentifikasi sebagai pejabat intelijen yang tidak dilaporkan.

"Mereka punya waktu satu minggu untuk pergi," tegas PM May merujuk pada para diplomat Rusia yang diusir. 

PM May sebelumnya menyatakan Rusia patut disalahkan atas percobaan pembunuhan terhadap Skripal dan putrinya. Pengusiran 23 diplomat Rusia terkait kasus Skripal ini menjadi yang terbesar di Inggris dalam beberapa dekade terakhir.

"Ini akan menjadi pengusiran tunggal terbesar dalam 30 tahun dan merefleksikan fakta bahwa ini bukan pertama kalinya negara Rusia bertindak melawan negara kita," sebut PM May saat itu. "Melalui pengusiran ini kita akan mendegradasi secara mendasar kemampuan intelijen Rusia di Inggris untuk beberapa tahun ke depan. Dan jika mereka berupaya membangunnya kembali, kita akan mencegah mereka melakukannya," tegasnya.

Skripal (66) yang pernah menjadi agen ganda untuk Rusia dan Inggris masih kritis di rumah sakit usai ditemukan tak sadarkan diri di Salisbury, Inggris bagian selatan pada 4 Maret lalu. Putri Skripal, Yulia (33), juga dalam kondisi kritis. Otoritas Inggris menyatakan keduanya diracun dengan gas saraf jenis Novichok yang memiliki level militer. Insiden ini diselidiki sebagai percobaan pembunuhan oleh otoritas Inggris. 

Selain mengusir diplomat Inggris, Rusia juga mengumumkan penghentian aktivitas British Council di seluruh wilayahnya. British Council merupakan organisasi internasional untuk hubungan budaya dan kesempatan pendidikan. "Mengacu pada status British Council yang tidak diatur di Rusia, aktivitasnya dihentikan," sebut Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya. 

sumber: detik.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close