Impor 3,7 Juta Ton Garam Industri Dinilai Terlalu Besar


Lia Cikita 2018-03-16 21:38:00 Ekonomi 72 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Pengamat Ekonomi (Ekonom) Faisal Basri ikut buka suara terkait dibukanya impor garam industri sebesar 3,7 juta ton. Menurutnya, ada yang aneh dalam keputusan impor yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian.

Menurutnya, sepanjang sejarah Indonesia sama sekali tidak pernah mengimpor garam industri sebanyak itu. Bahkan Faisal menyebut Indonesia hanya melakukan impor garam industri tidak lebih dari 2 juta ton.

Selain itu, dirinya amat tergelitik mendengar keinginan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang justru menginginkan impor tersebut dilakukan sekaligus. Padahal impor garam industri sebanyak itu tidak bisa dilakukan secara langsung dan sekaligus.

"Impor garam gapernah 2 juta ton. Ini kenapa industri mintanya 3,7 juta ton. Sudah gitu mintanya sekaligus. Kan ini ga bener. Enggak bisa dong impornya sekaligus," ujarnya di Epicentrum, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Berdasarkan kesimpulannya, impor garam industri yang dilakukan oleh pemerintah penuh dengan unsur politik. Apalagi impor dilakukan menjelang tahun politik bergulir dan dilakukan oleh Menteri yang merupakan orang partai.

Oleh karenanya, dirinya pun mendukung upaya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk tidak mengiyakan keinginan melakukan impor garam secara langsung. Selain itu, ada baiknya Menteri Susi untuk meminta bukti realisasi dari hasil impor garam yang sudah dilakukan.

"Bu Susi itu maunya bertahap sejuta dulu sejuta dulu kalo realisasinya beres baru ini mintanya sekaligus. Ini kan enggak bener," ucapnya.

Indonesia akhirnya memutuskan untuk membuka keran impor sebanyak 3,7 juta ton. Pada beberapa hari lalu, garam industri impor pun sudah datang sebanyak 2,3 juta ton.

Akan tetapi tidak semua garam impor tersebut langsung diberikan kepada pelaku industri. Hanya 1,8 juta ton saja yang diberikan ke industri, sementara 500.000 ton lagi masih menunggu rekomendasi dari Kementerian KKP.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close