KPK Sita Belasan Mobil & Motor Mewah Milik Bupati Hulu Sungai Tengah


Mutiara Safitri 2018-03-13 14:24:58 Nasional 83 kali

Febri Diansyah (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyitaan terhadap serentetan kendaraan mewah milik Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif ‎pada Senin, 12 Maret 2018, kemarin. Diduga, kendaraan mewah tersebut hasil tindak pidana korupsi yang menyeret Abdul Latif.

"Disita dari tersangka Bupati HST (Abdul Latif) karena diduga terkait dengan tindak pidana," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (13/3/2018).

Adapun, kendaraan mewah yang disita KPK tersebut terdiri dari delapan mobil dan delapan motor dengan rincian, dua mobil merk Rubicon, dua mobil merk Hummer, satu Cadilac Escalade, satu mobil BMW Sport, dan satu mobil Lexus SUV.

Kemudian, empat motor Harley, satu motor merk BMW, satu motor Ducati, empat motor trail merk KTM. Total 16 kendaraan mewah Bupati Abdul Latif tersebut sedang dibawa ke Jakarta untuk dijadikan alat bukti tambahan.

"Kendaraan dibawa dengan kapal ke Jakarta. Kemarin dibawa ke Jakarta, hari ini mungkin masih dalam perjalanan," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Damanhuri Barabai, Kalimantan Selatan, tahun anggaran 2017.

Selain Abdul Latif, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainya yakni, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Hulu Sungai Tengah, Fauzan Rifani, Direktur Utama (Dirut) PT Sugriwa Agung, Abdul Basit, dan Dirut PT Menara Agung, Donny Winoto.

Sebagai pihak yang diduga penerima uang suap, Abdul Latif, Abdul Basit, dan Fauzan Rifani disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan sebagai pihak pemberi suap, Donny Winoto disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1)‎ huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close