Operator Taksi Online Diminta Hentikan Sementara Pendaftaran Pengemudi


Lia Cikita 2018-03-12 17:02:51 Ekonomi 51 kali

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Kereta Api Bandara Soetta di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2018). (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kembali menggelar rapat koordinasi mengenai taksi online bersama Meneri Perhubungan Budi Karya Sumadi, perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (korlantas).

Dalam rapat yang digelar di Kantor Kemenko Maritim, Senin (12/4/2018) itu juga dihadiri perwakilan dari penyedia taksi online  maupun taksi konvensional.

Budi Karya Sumadi menyampaikan ada dua hal yang dibahas yang pertama adalah memutuskan untuk operator penyedia taksi online  memberhentikan sementara atau moratorium pendaftaran pengemudi taksi online. 

Keputusan tersebut dikarenakan jumlah taksi online  sudah terlalu banyak misalnya untuk kawasan Jabodetabek sudah mencapai 175 ribu.

"Mengingat jumlah daripada taksi aplikasi ini sudah terlalu banyak, diminta dilakukan moratorium," ujar Budi Karya Sumadi  saat ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Moratorium tersebut juga untuk membantu para pengemudi taksi online  yang sulit mendapatkan pesanan karena jumlah saingan terlalu banyak.

"Tidak lagi, menerima pendaftaran taksi online  karena kasian nih, pengemudi sudah berkompetisi semakin ketat, bahkan ada kecenderungan sulit mendapatkan order. Jadi diminta untuk melakukan moratorium," ujar Budi Karya Sumadi. 

Kemudian hasil kedua adalah mendesak Kominfo agar segera menyelesaikan dashboard mengenai data para pengemudi taksi online untuk menjamin keamanan operasi taksi online. 

"Kedua mengkonsolidasikan data-data dari aplikator itu dalam dashboard dan ditugaskan kepada menkominfo menyelesaikannya dalam minggu ini," pungkas Budi Karya.

Sumber : tribunnews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close