Donald Trump Diskusi dengan Asosiasi Industri Game, Ada Apa?


Lia Cikita 2018-03-06 20:31:08 Internasional 103 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Jakarta,  Kabar28.com, - Presiden Amerika Donald Trump dikabarkan akan segera memanggil Asosiasi Industri Game Amerika, yakni Entertainment Software Association (ESA). Pemanggilan ini dikabarkan akan menjadi salah satu “lawan terberat” bagi perkembangan industri game Amerika.

Kabar ini pun sudah dikonfirmasi oleh kedua pihak, baik dari pihak Gedung Putih dan juga dari pihak ESA. Pertemuan ini sendiri akan berlangsung di Gedung Putih pada Kamis 8 Maret siang pada waktu setempat.

Pemanggilan ESA oleh Donald Trump dilakukan setelah terjadinya penembakan di Marjory Stoneman Douglas High School, Florida pertengahan Februari lalu. Tragedi ini dilakukan oleh salah satu siswa dari sekolah tersebut yang berakhir dengan 17 korban jiwa.

Dalam kasus ini, Presiden Amerika ke-45 ini menganggap bahwa kekerasan dalam game-lah yang mengakibatkan kasus ini dapat terjadi.

“Saya mendengar banyak orang mengatakan tingkat kekerasan pada video game benar-benar membentuk pola pikir para anak muda,” ujar Trump seperti dikutip dari laman CNET, Selasa (6/3/2018).

Selain itu, dia pun tak luput menyalahkan industri film atas kejadian ini. Sebenarnya, argumen ini pun bukan pertama kali terjadi. Berkaca pada kasus penembakan yang terjadi di sebuah sekolah bernama Sandy Hook Elementary School yang terjadi pada 2012 lalu, para penyidik menyatakan bahwa sang pelaku penembakan terlalu banyak bermain game, mulai dari game dansa Dance Dance Revolution hingga game peperangan Call of Duty.

Namun, pihak ESA sendiri sudah memberikan beberapa bukti berupa penelitian yang dilakukan oleh beberapa pihak, yang menjelaskan tidak adanya kaitan antara kekerasan dan game.

Selain itu, Mahkamah Agung Amerika juga telah menyoroti Amandemen Pertama yang terkait penjualan game. Di dalam amademen tahun 2011 tersebut menyatakan bahwa undang-undang California melarang penjualan video game kekerasan kepada anak-anak di bawah umur.

“Game jelas tidak menjadi masalah. Hiburan ini telah di distribusikan dan dikonsumsi secara global, namun AS memiliki tingkat kekerasan senjata yang jauh lebih tinggi daripada negara lain,” tegas ESA.

Sumber : okezone. com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close