Respons PDIP Soal PKS dan Jokowi Lawan Kotak Kosong di 2019


Mutiara Safitri 2018-03-02 15:11:53 Politik 69 kali

Logo PKS (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,-  Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman dalam pernyataannya mengklaim menolak ajakan Istana untuk bergabung dalam koalisi partai pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pemilu 2019.

Sohibul menolak karena tidak menghendaki calon tunggal. Menanggapi hal ini, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno menyebut, logikanya jika semua mendukung Jokowi maka hanya akan ada calon tunggal.

Namun benar atau tidaknya klaim ajakan tersebut, hanya Presiden dan ketua umum partai bersangkutan yang tahu. "Tapi kalau ada sesuatu yang tidak benar, pasti disangkal oleh lingkaran presiden," kata Hendrawan, Jumat (2/3/2018).

Menurut Hendrawan, bagi elite parpol yang ada di luar hanya bisa berimajinasi dan berspekulasi. Kemudian logika yang ada hanya bisa dinilai apakah klaim ajakan tersebut logis atau tidak. "Jadi dalam politik semua bisa mungkin bisa juga tidak," ujarnya.

Diakui Hendrawan, PDIP sendiri terus menjalin komunikasi politik dengan partai politik baik parpol pendukung Jokowi maupun partai di luar pendukung Jokowi. Menurut dia, komunikasi itu bagian dari saring informasi yang dilakukan masing-masing elite parpol untuk menjajaki semua kemungkinan.

"Kalau tidak seperti itu ya menyepi saja di padepokan. Jadi begawan. Tiap hari berkomunikasi lho, Ketua Bidang Perekonomian PKS teman saya, Zulkiflimansyah dulu mengajar satu tim dengan saya di UI. Pak HNW (Hidayat Nur Wahid) dengan saya baik sekali. Kita sama-sama sering sharing berbagai persoalan," pungkasnya.

Sumber : sindonews.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close