Putra Mahkota Arab Saudi Samakan Korupsi dengan Kanker


Lia Cikita 2018-02-28 16:16:35 Internasional 130 kali

Pangeran Mohammed bin Salman (Foto : istimewa)

Riyadh, Kabar28.com, - Putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, mengibaratkan korupsi seperti kanker yang menggerogoti tubuh manusia. Operasi pemberantasan korupsi yang dipimpinnya disebut sebagai kemoterapi untuk menyembuhkan kanker korupsi itu. 

Dalam operasi pemberantasan korupsi pada November 2017, puluhan pangeran, pejabat tinggi dan pengusaha Saudi ditangkap. Operasi itu diperintahkan langsung oleh Pangeran Mohammed bin Salman atau yang akrab disapa MBS ini. 

Para pangeran, pejabat dan pengusaha yang ditangkap itu ditahan dan diinterogasi di hotel super mewah Ritz-Carlton, Riyadh. Salah satu nama besar yang ditahan adalah miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal. Dia bebas beberapa waktu lalu setelah menyepakati penyelesaian finansial dengan pemerintah Saudi. Besaran penyelesaian finansial yang dibayarkan Pangeran Alwaleed bin Talal ke pemerintah tidak disebut jumlahnya. 

Dari sekitar 200 orang yang ditangkap, Jaksa Agung Saudi menyebut hanya tinggal 56 orang yang masih ditahan. Orang-orang yang masih ditahan ini diyakini telah dipindahkan ke penjara setelah menolak mengakui pelanggaran hukum yang didakwakan, dan mungkin akan berakhir di pengadilan. 

Namun diketahui bahwa operasi pemberantasan korupsi ini menargetkan untuk menyita aset total senilai lebih dari US$ 100 miliar (Rp 1.353 triliun). MBS menyebut hasil penyelesaian finansial dari orang-orang yang ditangkap telah memenuhi target anggaran.

"Anda memiliki tubuh yang digerogoti kanker di mana-mana, kanker korupsi. Anda perlu menjalani kemo (kemoterapi), kejutan kemo, atau kanker akan melahap tubuh," ucap MBS dalam wawancara dengan media ternama AS, The Washington Post, seperti dilansir Reuters, Rabu (28/2/2018), 

"Pangeran-pangeran yang korupsi adalah minoritas, tapi aktor-aktor jahat mendapat perhatian lebih besar. Ini membahayakan energi keluarga kerajaan (Saudi-red)," imbuhnya. 

Diketahui bahwa perekonomian Saudi diperparah oleh turunnya harga minyak dunia. Defisit anggaran Saudi untuk tahun ini diproyeksikan mencapai hingga 195 miliar riyals (Rp 701,7 triliun). Jika seluruh aset hasil korupsi bisa didapatkan kembali dari operasi yang dipimpin MBS ini, maka akan menjadi dorongan finansial besar bagi Saudi yang sangat bergantung pada minyak ini.

Selama ini, hanya beberapa orang saja yang kasusnya diungkap ke publik oleh otoritas Saudi. Rincian soal penyelesaian finansial juga dirahasiakan. Jumlah total yang didapat Saudi dari berbagai penyelesaian finansial itu tidak bisa diketahui secara terbuka. 

Kepada The Washington Post, MBS hanya menyatakan, dirinya mendapat dukungan dari keluarga Kerajaan Saudi meskipun terdapat perpecahan internal yang terkadang terungkap ke publik. 

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close