Pengeboman di Gedung WTC Kejutkan Amerika Serikat


Lia Cikita 2018-02-26 23:17:33 Internasional 135 kali

Kerusakan akibat ledakan bom di tempat parkir bawah tanah WTC, 26 Februari 1993. (Foto: istimewa)

Amerika, Kabar28.com, - Sebuah bom yang diduga terpasang di mobil meledak di tempat parkir bawah tanah gedung "menara kembar" World Trade Center di New York pada 26 Februari 1993. Ledakan tersebut menewaskan enam orang dan melukai lebih dari 100 orang lainnya.

Serangan bom tersebut mengejutkan Amerika Serikat (AS) yang saat itu tampak tidak terjamah oleh serangan teror yang sering terjadi di belahan dunia lainnya. Sentimen tersebut terlihat dari pernyataan emosional yang disampaikan Gubernur New York, Mario Cuomo kepada jurnalis. 

"Kita semua merasa dianiaya, tidak ada orang atau kekuatan asing yang pernah melakukan ini terhadap kita, sampai sekarang kita kebal," kata Cuomo saat itu seperti dilansir BBC

Ledakan dahsyat itu terjadi pada pukul 12.18 waktu setempat di tempat parkir Dinas Rahasia di bawah tanah antara dua gedung tertinggi di Kota New York. Ledakan tersebut membuat sebuah lubang besar di dinding di atas jalur stasiun bawah tanah. Sebagian besar korban tewas diduga tertimpa oleh atap stasiun.

Dahsyatnya ledakan yang dihasilkan oleh 606 kilogram gas urea nitrat-hidrogen itu menghancurkan tiga lantai beton, menghamburkan debu dan puing-puing serta menyebabkan kebakaran yang menghasilkan asap dan api ke salah satu "menara kembar" berlantai 110 tersebut.     

Asap dan api membuat ribuan pekerja kantor terjebak di gedung. Tanpa ada lift dan lampu yang menyala, situasi saat itu sangat mengerikan. 

Berusaha mendapatkan udara, beberapa orang memecahkan kaca jendela dengan perabot kantor. Pada akhirnya ratusan orang berhasil keluar dari gedung mencari udara untuk bernafas. 

Petugas penyelamat berjuang untuk mendapatkan oksigen ke orang-orang di lantai atas. Sekitar 100.000 orang bekerja dan mengunjungi gedung WTC setiap hari. Ledakan itu terjadi pada jam-jam tersibuk.

Pada Mei 1994, empat orang pelaku pengeboman, Mohammed Salameh, Nidal Ayyad, Mahmud Abouhalima dan Ahmad Ajaj dijatuhi hukuman seumur hidup atas aksi teror mereka. Sementara pada Oktober 1995, seorang ulama buta di Masjid Brooklyn, Sheikh Omar Abdel Rahman juga dijatuhi hukuman serupa atas perannya menjadi dalang serangan bom tersebut.   

Delapan tahun kemudian, pada 11 September 2001, gedung WTC kembali menjadi sasaran serangan teror yang jauh lebih dahsyat.Serangan yang didalangi pemimpin kelompok Al Qaeda tersebut menewaskan hampir 3.000 orang. 

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close