Akan Ada Sawah Abadi di Jawa Barat Jika Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi Memimpin


Lia Cikita 2018-02-20 19:18:12 Nasional 107 kali

Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (foto: istimewa)

Karawang, Kabar28.com, - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku prihatin dengan kondisi lahan persawahan di Jawa Barat yang makin tergerus. Menurutnya, banyak alih fungsi lahan yang tidak memperhatikan konsep Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR) Jawa Barat.

Dalam kunjungannya di Desa Panayungan, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang itu, pasangan dari Deddy Miswar di Pilgub Jabar itu mengungkapkan bahwa pihaknya akan mencetak “Sawah Abadi” untuk Jawa Barat. Secara prinsip, nantinya sawah abadi tersebut akan terlarang untuk digunakan menjadi kawasan properti atau industri.

"Antisipasinya harus ada payung hukum untuk menciptakan sawah abadi. Saya kira, nanti bisa diubah RUTR di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Barat," kata Dedi yang bersama dengan Deddy Mizwar mengubah nama panggilan menjadi DM4Jabar tersebut, Selasa (20/2/2018).

Pembuatan program sawah abadi bukan tanpa latar belakang. Bupati Purwakarta dua periode itu memandang, kawasan sawah yang telah menjadi lumbung padi di Jawa Barat tak boleh diperuntukan untuk kepentingan lain. Secara jangka panjang, kebijakan mengubah sawah menjadi kepentingan lain hanya akan mengganggu kedaulatan pangan di Jawa Barat.

"Kalau dibiarkan, ini bahaya untuk ketersediaan bahan pangan terutama beras. Jadi, sawah harus tetap menjadi sawah, tidak boleh diubah untuk keperluan lain," ujarnya.

Kepedulian Dedi kepada sawah bukanlah tanpa alasan. Ia yang lahir dan dibesarkan di lingkungan petani memahami betul, meskipun satu wilayah hanya memiliki satu petak sawah kecil, namun petak sawah tersebut menjadi tonggak untuk menghidupi banyak keluarga.

"Kemandirian pangan kita bisa terbangun walaupun kita hanya berangkat dari satu kotak sawah kecil. Justru, kuatnya bangsa kita ada pada kemandiriannya," katanya.

Lebih lanjut, Dedi memaparkan bahwa sawah juga berfungsi sebagai pemenuhan gizi keluarga. Menurutnya, satu petak sawah tak hanya menghasilkan padi, tapi juga lauk pauk yang terdiri dari individu yang juga hidup di dalam sawah.

"Di sawah itu bukan hanya padi loh, ada tutut, ikan gabus, belut, kangkung dan genjer bisa tumbuh. Kalau petani kreatif kan bisa sambil menanam kacang atau sayuran lain. Saya kira ini penting untuk pemenuhan gizi petani kita," ujarnya.

Pentingnya sawah juga diamini oleh salah satu buruh tani di wilayah itu, Mak Anih (52). Ia mengungkapkan bahwa bertani menjadi mata pencaharian utama ia dan warga lainnya di daerah tersebut. Mak Anih pun mengaku merasa terancam dengan hadirnya kawasan industri yang “mengintai” keberadaan sawah mereka.

"Di sini masih sistem bagi hasil. Lima banding satu. Jadi tidak usah beli beras kalau persediaan masih ada. Kalau sudah habis ya terpaksa menunggu beras Bulog. Cuma ya itu, lahan sawahnya makin berkurang sekarang," pungkasnya.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close