Tegaskan DPR Butuh Kritik, F-PPP: Kalau Nggak Ada Nanti Kami Ngorok


Lia Cikita 2018-02-17 14:31:29 Politik 59 kali

Arsul Sani (foto :istimewa)

Jakarta, Kabar28.com - Pascapengesahan UU MD3, DPR dihujani tuduhan sebagai lembaga antrikritik dan kebal hukum karena memuat sejumlah pasal kontroversial. Anggota F-PPP Arsul Sani menegaskan DPR tetap membutuhkan kritik dari masyarakat. 

"Anggota Dewan memang harus dikritik. Dikritik saja kita masih suka ngantuk dan tidur, apalagi kalau nggak ada kritik. Ngorok jangan-jangan kami. Itu gunanya kritik supaya kita terbangun juga," kata Arsul saat hadir dalam diskusi Polemik di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018).

Namun anggota Komisi III DPR ini mengingatkan publik harus bisa membedakan antara kritik dan penghinaan. Arsul pun mengimbau agar masyarakat tidak menyampaikan kritik dengan cara yang kasar.

"Tapi saya pribadi kalau bicara kritik, mari kita budayakan kritik yang tidak berkonten penghinaan. Jadi biasa-biasa saja," sebut Sekjen PPP itu.

Penegasan soal kritik ini sempat disampaikan oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menyampaikan pidato berjudul 'Kami Butuh Kritik' dalam rapat paripurna penutup persidangan III DPR tahun sidang 2017-2018.

Dalam rapat paripurna penutup pada Rabu (14/2) itu, Bamsoet bahkan sengaja mengenakan pakaian serbahitam. Ia mengaku sedih terhadap kondisi DPR setelah meresmikan UU MD3 yang isi pasalnya dianggap kontroversial.

Dalam pidatonya, Bamsoet menepis tudingan dan menyebut DPR justru menjadikan kritik sebagai pemacu kinerja. Dia juga menyatakan kritik dari publik menjadi dasar pengambilan keputusan DPR.

"Justru kita harus menjadikan kritik sebagai vitamin yang dapat menyegarkan kehidupan demokrasi," kata Bamsoet dalam pidatonya. 

Sumber :detik.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close