China Geram PM India Kunjungi Wilayah Sengketa


Lia Cikita 2018-02-15 17:30:24 Internasional 93 kali

Perdana Menteri India Narendra Modi (Foto: istimewa)

Beijing,  Kabar28.com, – China geram atas kunjungan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, ke Negara Bagian Arunachal Pradesh yang berada di dekat perbatasan. Beijing meminta New Delhi agar berhenti melakukan tindakan apa pun yang membuat sengketa perbatasan semakin rumit.

Negeri Tirai Bambu mengklaim wilayah sebelah timur Himalaya sebagai ‘Tibet Selatan’ yang masuk ke dalam kedaulatannya. China menuduh kunjungan PM Narendra Modi ke wilayah tersebut sebagai upaya untuk menegaskan klaim India atas Tibet Selatan.

“Posisi China dalam sengketa perbatasan dengan India sangat konsisten dan jelas,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, dalam pernyataan resmi yang dikutip Reuters, Kamis (15/2/2018).

“Pemerintah China tidak pernah mengakui Arunachal Pradesh dan dengan tegas menentang kunjungan pemimpin India ke area sengketa tersebut. Kami akan mengajukan protes keras kepada India,” imbuh Geng Shuang.

Sementara itu, kunjungan PM Narendra Modi tersebut adalah bagian dari rangkaian tur ke negara-negara bagian di timur laut. Pria berkacamata itu membagikan kebahagiaannya berkunjung ke Arunachal Pradesh lewat kicauan di akun Twitter.

“Saya senang berkunjung ke Arunachal Pradesh dan berada di antara orang-orang yang mengagumkan di negara bagian ini,” cuit PM Narendra Modi.

Ia berkunjung ke Arunachal Pradesh untuk meresmikan sebuah balai sidang di Ibu Kota Negara Bagian Itanagar. Modi memuji para pemangku kepentingan di negara bagian tersebut karena sudah menyiapkan peta jalan yang luar biasa untuk pengembangan wilayah hingga 2027.

China dan India telah berupaya meningkatkan hubungan bilateralnya dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, hubungan kedua negara masih terganjal dengan sengketa perbatasan yang sempat menyebabkan perang pada 1962.

Geng Shuang mengatakan, kedua negara sebenarnya sudah mencapai konsensus penting untuk menangani sengketa dengan baik. Kedua pihak juga saling bekerja sama untuk menyelesaikan sengketa perbatasan lewat negosiasi dan konsultasi.

“China mendesak India untuk menghormati komitmen dan mematuhi konsensus relevan serta menahan diri dari tindakan yang dapat membuat sengketa perbatasan semakin rumit,” ujar Geng Shuang.

Sumber : okezone. com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close