Mau Jadi Kepala Sekolah di OI Bayar 30 Juta ke BKD, Ogan Ilir Darurat Pungli


Arie Perdana Putra 2018-02-15 14:24:51 Ogan Ilir 408 kali

Massa saat menyampaikan orasi

INDRALAYA, Kabar28.com,- Adanya dugaan pungutan liar (pungli) pengangkatan Kepala Sekolah di Kabupaten Ogan Ilir (OI), serta belum dibayarnya tunjangan perangkat desa selama 9 bulan membuat massa Gabungan Penggerak Anak Bangsa (GPAB) geram dan berunjuk rasa, Kamis (15/2/2018).

Koordinator Lapangan, Nur Alfath mengatakan, berdasarkan hasil Investigasi Ormas GPAB pihaknya menemukan adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Untuk itu pihaknya menuntut kepada Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam agar segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKD) Ogan Ilir, yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada 300 Kepala SD dan SMP sebesar Rp20 juta-Rp30 juta pada pelantikan Januari lalu.

''Kami minta Bupati memanggil Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ogan Ilir, Sofiah Yuhanis atas dugaan pungli pada proses pemulusan pencairan uang proyek sebesar 1-1,5 persen pada setiap kontraktor. Kami juga meminta Bupati HM. Ilyas Panji Alam membayar tunjangan Kades, BPD dan perangkat desa selam 9 bulan,'' katanya.

Menanggapi hal itu Sekretaris Daerah (Sekda) OI, Herman mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan tersebut dan akan segera disampaikan kepada Bupati untuk ditindak lanjuti.

“Terkait dugaan pungli di BKD kami akan turunkan tim inkrah untuk melakukan penyelidikan, saya minta Inspektorat segera melakukan analisa terhadap dugaan pungli di BKD ini, terkait masalah tunjangan perangkat desa sesegera mungkin dibayarkan melalui keuangan daerah,'' ucapnya. (nik)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close