Di Candi Borobudur, Para Paslon Pilkada Jateng Berpuisi Sampaikan Pesan Damai


Lia Cikita 2018-02-14 17:20:01 Nasional 33 kali

Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah (foto : istimewa)

Magelang,  Kabar28.com,  - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyelenggarakan Apel Pengawas Pemilu dan Launching Pengawasan di Taman Lumbini Komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (14/2/2018).

Dalam kegiatan itu, pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah diberi kesempatan untuk menyampaikan pesan damai penyelenggaraan Pilkada Jawa Tengah. Kesempatan itu pun dimanfaatkan para calon untuk unjuk gigi berpantun dan berpuisi.

Kesempatan pertama diberikan kepada paslon nomor urut 1, Ganjar Pranowo dan Taj Yasin, untuk naik ke panggung. Sayangnya, Ganjar tidak hadir, sehingga hanya Taj Yasin yang maju.

Putra KH Maimoen Zubair itu juga tidak berpantun atau berpuisi. Ia bercerita tentang kisah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang selalu bijaksana menyikapi hal apapun, termasuk ketika dicaci maki oleh musuhnya sekalipun.

"Kami mengajak pimpinan-pimpinan di Jawa Tengah, khususnya Mas Sudirman, Mba Ida, Mas Ganjar, dan saya pribadi, untuk memberikan keteladanan yang baik langsung kepada masyarakat. Menyikapi berita hoaks yang ingin memecah belah kita dengan arif, bijaksana, senyum, dan penjelasan," tuturnya.

Selanjutnya, paslon Sudirman Said dan Ida Fauziah, naik ke panggung berlatar belakang Candi Borobudur itu. Ida lebih dulu membaca puisi karyanya sendiri, yang berjudul "Berkasih Sayang Untuk Semua".

"Hidupku dan dia hanya untuk berkelana, dari Brebes sampai Blora, dari Sragen sampai Cilacap, kami berkelana bukan untuk berkuasa, kami berkelana bukan untuk kalah merana, kami berkelana sama ingin berlomba di jalan kebaikan," begitu penggalan puisi yang dibaca Ida.

Sementara itu, calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said, mengapresiasi kinerja KPU dan Bawaslu yang telah membimbing timnya sejak pendaftaran sampai pengundian nomor urut, Selasa (13/2/2018) malam.

"Sejak awal sampai tadi malam telah menjalani prosesi dengan tekun, dengan telaten membimbing kami. Kejujuran, independensi dan objektivitas, tanpa itu pengawasan tidak berjalan," ucapnya.

"Karena itu, awasi kami, jaga proses ini betul-betul objektif, siapapun pemenangnya adalah terbaik, terjaga bermartabat, becik, dan menyenangkan," papar mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kabinet Jokowi-JK periode 2014-2019 itu.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Fajar Saka mengemukakan, Candi Borobudur bukan sekedar tumpukan batu, tapi bukti tumpukan semangat membangun peradaban.

Hal itu menjadi cermin bahwa masyarakat Jateng sejak dulu telah memiliki budaya tinggi, terkenal sopan, dan martabat.

"Semangat inilah yang coba kita rawat dan jaga, termasuk dalam Pilkada Jateng 2018 ini. Kita ingin Pilkada yang becik (baik) dannyenengke (menyenangkan), tertib, sesuai aturan main," ucap Fajar.

Setelah berpuisi, seluruh paslon naik ke panggung lalu memukul kentongan bambu secara kompak.

Ikut bergabung di panggung, antara lain Ketua Bawaslu RI Abhan, Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka, Ketua Panwaskab Magelang M Habib Saleh, Paslon bupati dan wakil bupati Magelang, Kepala Polres Magelang AKBP Hari Purnomo, Kepala Kejaksaan Negeri Magelang Eko Hening dan Komandan Kodim 0705 Magelang Letkol Inf Hendra Purwanasari.

Sumber : kompas. com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close