Wow, Perusahaan Penangkaran Buaya Ini 5 Tahun tak Bayar Pajak


Arie Perdana Putra 2018-02-13 20:56:15 Ogan Ilir 97 kali

Anggota DPRD didampingi Kadis Perikanan OI

Anggota Dewan Sebut tak Beres dan Rugikan Rakyat

INDRALAYA, Kabar28.com,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Ilir (OI) berang. Pasalnya, pihaknya tak mengetahui jika selama ini ada perusahaan PT Vista Agung Kecana, di Desa Payalingkung, Kecamatan Lubuk Keliat, OI yang menangkarkan 4477 ekor buaya laut.

Diduga perusahaan penangkaran buaya laut ini tidak mengantongi izin secara resmi dan menyalahi prosedur, bahkan informasi yang beredar ada tiga ekor buaya yang berumur 4 tahun lepas dan berkeliaran sehingga meresahkan masyarakat sekitar.

Terkait keluhan warga itu, anggota DPRD OI Fraksi Golkar Irwan Noviatra, Basri M Zahri serta Fraksi PAN Mulyadi mendatangi areal penangkaran. Turut pula hadir Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Tarmuzi, Selasa (13/2/2018).

Ketua Fraksi Golkar Irwan Noviatra sangat menyayangkan selama ini pabrik penangkaran buaya itu dibangun dan tidak banyak masyarakat yang mengetahuinya, selain itu tidak pernah membayar PBB dan IMB selama 5 tahun dengan kisaran Rp200 juta sedangkan untuk perizinan diduga bermasalah. 
“Wajar saya marah, perusahaan ini tidak beres, bermasalah, warga dirugikan, bahkan tidak kooperatif sampai buaya diduga ada yang lepas dan meresahkan, warga pun takut kena gigit. Kalau begini caranya bukan tidak mungkin kita rekomendasikan ditutup saja,” tegas Irwan Noviatra.

Selain itu di areal perusahaan tidak ada komunikasi dengan masyarakat sekitar, humas perusahaanpun tidak mau bertemu anggota dewan, papan reklame tidak ada, CSR tidak tersalurkan dan sebagainya.

Menanggapi hal itu GM Manager Pam Buaya PT Vista Agung Kencana Joko mengakui jika ada 4477 ekor buaya laut sampai November tahun 2017. “Kita ada izin dari Kementerian Kehutanan di Jakarta, pengembangan budidaya buaya ini tidak cuma di sini ada juga di Medan, Pontianak, Serang, Tangerang. Kalau soal perizinan, papan reklame, bayar pajak, CSR saya tidak mengerti, kalau teknis pemeliharaan, evakuasi buaya bagian saya, Kalau buaya ada yang lepas saya belum tahu karena belum monitor,” jelasnya.

Ditempat yang sama Kadis Perikanan Pemkab OI Tarmuzi mengatakan jika memang ada buaya peliharaan perusahaan yang lepas itu sangat keterlaluan dan merupakan keteledoran karena membahayakan aktivitas masyarakat sekitar dan perusahaan harus ditindak untuk diberikan sanksi. (old)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close