Fredrich Ngamuk soal Dakwaan, KPK Ingatkan Tuntutan Maksimal


Lia Cikita 2018-02-09 21:35:27 Nasional 30 kali

Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan tuntutan maksimal kepada terdakwa Fredrich Yunadi mengenai sikap dan aksi ngamuknya usai mendengar surat dakwaan Jaksa Penuntut KPK.

Fredrich yang didakwa merintangi proses penyidikan korupsi e-KTP itu geram ketika mendengar surat dakwaan yang dibacakan kemarin di Pengadilan Tipikor. Salah satunya, dia menyebut dakwaan Jaksa penuh rekayasa dan palsu. 

"Nanti kami lihat lebih lanjut pada proses persidangan kemungkinan tuntutan maksimal itu tidak tertutup kemungkinan. Hakim tentu yang akan mempertimbangkan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Febri menekankan, Jaksa Penuntut akan memperhatikan dan melihat sikap kooperatif dari seorang terdakwa yang menjalani proses persidangan. Mengingat, hal itu, kata Febri menjadi salah satu yang bisa menjadi memberatkan atau meringankan terdakwa. 

"Tentu bisa jadi alasan meringankan termasuk juga kalau menyadari perbuatannya atau kalau kita lihat Pasal 21 itu maksimal tuntutanya 12 tahun," papar Febri.

Kepada Fredrich, Febri mengimbau lebih baik untuk bersikap kooperatif. Menurutnya, dengan menyadari perbuatannya itu akan lebih membantu Fredrich menjalani proses hukum.

"Persidangan juga baru dimulai satu kali persidangan kami ingatkan juga bahwa pada terdakwa dan pihak lain yang diproses oleh KPK agar kooperatif dengan proses hukum," tutur dia.

Usai persidangan, Fredrich menuding Jaksa Penuntut KPK telah melakukan rekayasa atau kasus hukum yang menjeratnya. Dia mengklaim memiliki sejumlah bukti adanya rekayasa yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut KPK.

Menurutnya, tidak ada rekayasa sama sekali yang dilakukan oleh dirinya. Apalagi soal insiden kecelakaan mobil yang dialami oleh Setnov dan beberapa orang lainnya.

"Kalau itu rekayasa apakah mungkin saya telefon kalian semua. Sekarang kalau itu dikatakan sakit ringan kapan jaksa punya wewenang menyatakan seseorang itu kecelakaannya itu ringan atau berat, apakah jaksa itu jadi dokter? Yang jelas setelah dari RS Permata Hijau yang dirawat 24 jam yang terjadi apa dipindahkan ke RSCM atas permintaan dari KPK," papar dia usai sidang kemarin.

Dalam kasus ini, Fredrich didakwa dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi. Dia didakwa bersama melakukan hal itu dengan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo.

Atas perbuatannya Fredrich disangkakan dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close