Satgas Nusantara Polri Patroli Cari Akun Medsos Penyebar Kebencian


Lia Cikita 2018-02-09 19:21:56 Nasional 39 kali

Brigjen Fadil Imran (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, - Polri membentuk satgas Nusantara untuk mencegah berita bohong atau hoax hingga ujaran kebencian bernuansa SARA saat pilkada. Selain itu, satgas ini juga akan berfungsi untuk mendinginkan suasana pilkasa yang diperkirakan memanas.

"Itu hanya untuk menghadapi pilkada. Jadi, sebagai kita ketahui rangkaian pilkada ini kan semua paslon pasti gunakan mesin politiknya untuk memanaskan situasi. Satgas Nusantara bertugas sebagai cooler, atau pendingin. Dengan cara banyak melakukan edukasi, literasi di dunia internet baik juga di dunia nyata. Kerja sama penyuluhan dan sebagainya," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran dalam diskusi publik 'Melawan Hoax' di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (9/2/2018).

Selain mendinginkan suasana, satgas nusantara juga dibuat untuk melakukan patroli siber terhadap akun-akun yang bersifat provokatif. Fadil mengaku satgas tersebut sudah siap 100 persen untuk bertugas.

"Satgas Nusantara itu salah satu elemennya adalah satgas penegakan hukum dimana di dalamnya ada satgas patroli siber yang memonitor akun-akun berkeliaran yang memprovokasi menggunakan isu-isu SARA," ucap Fadil.

"Sudah. Di polda-polda ada. Di polres ada. (Akan berkoordinasi) dengan penyelenggara pemilu, kontestan, tim sukses, tokoh masyarakat, ulama dan sebagainya. Itu ikut anggaran rutin Polri," imbuhnya.

Ia menyebut ujaran kebencian dan berita bohong paling banyak ditemukan di Facebook dibanding paltform lainnya. Hal itu sejalan dengan jumlah pengguna Facebook di Indonesia yang lebih banyak dari pada media sosial lain.

"Dari 2017 memang yang karena kan lihat statistiknya penggunaan akun medsos paling tinggi Facebook," ujar Fadil.

Fadil mengimbau masyarakat tak menyebarkan hoax terutama yang bernuansa SARA. Hoax disebutnya tak punya manfaat bagi masyarakat.

"Penggunaan SARA sudah kira rasakan bersama dampaknya. Kerusakan yang ditimbulkannya itu sudah kira rasakan bersama mari kita berhenti menggunakan penyebaran hoax penyebaran berita berkonten SARA. Saya kira tidak ada manfaatnya untuk kita bersama," pungkas Fadil.

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close