Ada Demo Sopir Truk, Arus Lalin di Jalan Yogya-Magelang Dialihkan


Mutiara Safitri 2018-02-08 14:13:54 Nasional 231 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Magelang, Kabar28.com, - Ratusan truk pengangkut bahan galian C turun ke Jalan raya Magelang-Yogyakarta, tepatnya di kawasan simpang tiga Blondo Kecamatan Mungkid. Aksi tersebut terkait dengan penolakan para sopir truk atas kenaikan penarikan pajak pengambilan pasir dan batu (sirtu) oleh pemerintah Kabupaten Magelang. 

Petugas kepolisian, Aipda Donny Sugiarto mengatakan, arus lalu lintas dari arah Yogyakarta menuju Magelang maupun sebaliknya, harus dialihkan akibat aksi tersebut.

"Yang dari arah Magelang menuju Yogyakarta dialihkan lewat simpang Japunan di Mertoyudan, belok lewat depan kantor Kemenag Kabupaten Magelang, kemudian lewat simpang pasar Sraten hingga Kota Mungkid. Dari situ ke arah simpang Palbapang kemudian ke arah Yogyakarta seperti biasa," jelas Donny 

Adapun untuk kendaraan dari arah Yogyakarta yang akan menuju Magelang dialihkan melalui simpang Palbapang ke arah Borobudur. Sampai di simpang tiga Sawitan Kota Mungkid ke kiri arah Kalinegoro. Dari Kalinegoro bisa langsung menuju arah Magelang.

Di waktu yang sama, ratusan truk pasir juga berjejer di sepanjang jalan depan kompleks Pemkab Magelang. Massa sempat menyuarakan aspirasi penolakan kenaikan penarikan pajak galian C.

Juru bicara aksi demo, Agus MS mengatakan, penolakan ini tidak hanya diikuti oleh sopir truk dari Magelang saja, namun juga dari beberapa daerah tetangga. Seperti Semarang, Kendal, Temanggung, dan lainnya.

"Kami menolak tanpa syarat SK Gubernur tentang kenaikan pajak baru pengambilan pasir dan batu. Menuntut keadilan dan penjelasan antara objek pajak dan subjek pajak sektor pertambangan. Menuntut transparansi penerimaan retribusi selama ini dengan menjelaskan nominal penerimaan retribusi dan pajak sektor pertambangan," jelas Agus.

Dia mengatakan, regulasi tata pertambangan selama ini tidak berpihak pada rakyat namun justru pada pengusaha. "Sedangkan pajak-pajak dibebankan kepada para sopir truk," terangnya.

Untuk diketahui, Pemkab Magelang mengeluarkan Surat Edaran Nomor 970/327/23/2018 tertanggal 1 Februari 2018. Surat tersebut menyebutkan, berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 543/30 Tahun 2017 Tanggal 9 Mei 2017 Tentang Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Bukan Logam dan Batuan, disampaikan daftar pajak baru pengambilan MBLB (Sirtu) tahun 2018 setiap truk.

Terdiri dari truk tronton pajak lama Rp50 ribu naik menjadi Rp418 ribu untuk pajak baru. Engkel Rp36 ribu menjadi Rp300 ribu, Colt Diesel Rp18 ribu menjadi Rp150 ribu, Bak Terbuka Rp5 ribu menjadi Rp43 ribu. Pengenaan pajak tersebut berlaku mulai tanggal 8 Februari 2018. 

Sumber : detik.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close